ANALISIS PENGGUNAAN HYBRID SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER (SFCL) UNTUK MEMBATASI ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI GARDU INDUK SENGKALING

  • Ir. Eko Nurcahyo, MT Prodi Teknik Elektro Industri Dipl-IV
  • Azalia Widi Andriani Prodi Teknik Elektro Industri Dipl-IV
Keywords: SFCL, arushubungsingkat, hybrid SFCL

Abstract

Terjadinya gangguan (fault) dalam operasi system tenaga listrik tidak dapat dihindarkan. Gangguan dalam system transmisi dan distribusi tenaga listrik antara lain disebabkan oleh sambaran petir pada saluran transmisi, pohon tumbang atau adanya hubung singkat antar fasa ke tanah. Untuk melindungi perlatan serta seluruh system kelistrikan yang ada di Gardu Induk Sengkaling dan untuk mengurangi arus gangguan hubung singkat dengan cepat dalam waktu ½ cycle maka diperlukan pengguanaan Hybrid Superconducting Fault Curretn Limiter (SFCL) yang akan diletakkan pada bus yang mempunyai nilai arus paling besar.  Pemodelan dan analisis dari system sebelum dan sesudah pemasangan hybrid SFCL menggunakan software PSCAD.

Dari hasil simulasi dengan memasang hybrid SFCL pada incoming bus 2 (20 kV) didapatkan bahwa hybrid SFCL dapat mengurangi arus gangguan hubung singkat pada ½ siklus awal dengan untuk gangguan L-G sebesar 16.77 kA menjadi 5.9 kA. Untuk gangguan L-L-G sebesar 35.38 kA menjadi 9.15 kA. Untuk gangguan L-L-LG sebesar 38.36 menjadi 9.8 kA. Dan untuk gangguan L-L sebesar 28.89 menjadi 4.35 kA. Prosentase rata-rata dari penurunan arus gangguan hubung singkat oleh hybrid SFCL sebesar 74.12 %.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-04-10
Section
Articles