open access

Abstract

Bupati Blitar mengeluarkan peraturan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengadaan Jasa Konstruksi Pemerintah dengan melalui unit layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Di Kabupaten Blitar diwajibkan membentuk ULP (Unit Layanan Pengadaan) tentang pelaksanaan e-procurement yang mana pelaksanaan e-procurement memanfaatkan fasilitas teknologi dan komunikasi yang merupakan implementasi dari manajemen informasi proyek. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan pengadaan jasa kontruksi secara elektronik di Kabupaten Blitar dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya.

Metodologi analisa data yang digunakan adalah dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 70 responden dari pihak PPK, Pejabat Pengadaan/ Panitia Pengadaan/ Pokja ULP dan Penyedia Jasa yang berada di lingkup Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Blitar

            Berdasarkan hasil penelitian dengan Uji F / Anova secara simultan Sumber Daya Manusia (X1), Sarana dan Prasarana (X2), Regulasi (X3), Biaya (X4), Organisasi (X5), dan waktu (X6) berpengaruh terhadap Efektifitas Pengadaan Jasa Kontruksi Secara Online (Y) dengan nilai Fhitung = 25.059 > Ftabel = 2.37. Namun berdasarkan hasil uji t secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap Efektifitas pengadaan barang dan jasa secara online/elektronik (Y) adalah Sumber Daya Manusia (X1) dengan thitung = 4,325 > dari ttabel = 1,671; Sarana dan Prasarana (X2) dengan thitung = 7,105 > dari ttabel = 1,671; Regulasi (X3) dengan thitung = 8,945 > dari ttabel = 1,671; Biaya (X4) dengan thitung = 10,988 > dari ttabel = 1,671 dan Organisasi (X5) dengan thitung = 6,680 > dari ttabel = 1,671 dan Faktor yang paling dominan adalah faktor biaya (X4)  dengan koefisien standardize β sebesar 0,819.