open access

Abstract

 Ketersediaan Jalan dalam pemenuhan terhadap pencapaian peningkatan perekonomian sebagai bagian sistem transportasi nasional yang mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung ekonomi, sosial budaya, lingkungan, politik, serta pertahanan dan keamanan. Dari aspek ekonomi, jalan sebagai modal sosial masyarakat merupakan penghubung di antara proses produksi, pasar dan konsumen akhir yang sampai ke masyarakat. Kwalitas sarana prasaran terpengaruhi oleh owner, konsultan dan kontraktor pada waktu proses pengerjaan. Perjalanan pelaksanaan sangat terpengaruh dengan banyak faktor dilapangan

Berdasarkan uji F secara simultan didapat Fhitung lebih besar dari Ftabel, sehingga seluruh variabel bebas berpengaruh terhadap tidak tercapainya umur rencana jalan hotmix, sedangkan secara parsial (uji t) variabel yang berpengaruh ialah variabel kendaraan (X2), variabel lingkungan (X3) dan variabel kondisi tanah (X7) karena nilai t hitung ˃ t tabel. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi tidak tercapainya umur rencana jalan hotmix  yaitu variabel kendaraan dengan nilai coofisien beta (Koefisien beta adalah nilai prediksi sebuah variabel di dalam model terhadap variabel response) yang paling besar yaitu 0,514 atau 51,40% nilai signifikan 0,013 untuk indikatornya ialah jumlah kendaraan dengan melihat nilai looding faktor tertinggi sebesar 0,627 dan nilai keragamannya 62,70%.

Pola dan Strategi yang digunakan untuk mengatasi tidak tercapainya umur rencana jalan hotmix di Kabupaten Tulungagung adalah dengan menyediakan jembatan timbang untuk mengidentifikasi dan mengetahui tonase  kendaraan yang melaului ruas jalan dan memberlakukan kecepatan minimal dan jam tertentu khususnya untuk kendaraan berat; Memperhitungkan dengan cermat dalam  menentukan titik tertentu, dan melakukan analisis peta kontur medan; Melakukan test sandcon agar mengetahui gaya geser tanah dan daya dukung tanah yang standard nasional  (AISC). Pemeliharaan secara berkala menjadi bagian terpenting dalam umur rencana jalan.