open access

Abstract

Banjir masih menjadi salah satu bencana yang menjadi perhatian, karena memiliki daya rusak yang cukup mengganggu, bahkan menimbulkan kerugian dan membahayakan keselamatan. Mayoritas banjir di dominasi oleh air yang merupakan akumulasi dari air limpasan permukaan, sehingga untuk mengendalikannya harus difokuskan pada upaya bagaimana memaksimalkan resapan air hujan ke dalam tanah. Mayoritas pemilik lahan pada daeran tangkapan hujan yang pada umumnya disebut daerah aliran sungai (DAS) adalah masyarakat. Oleh karenanya, dalam upaya pengendaliannya harus melibatkan masyarakat. Konstruksi sederhana yang cukup efektif digunakan adalah sumur resapan, karena memiliki kapasitas yang cukup besar akan tetapi mudah dibuat oleh masyarakat, dengan resiko yang relative kecil. Namun demikian dari tinjuan system drainase, penggunaan sumur resapan memerlukan biaya yang lebih besar dibandingjkan dengan pembuatan saluran drainase untuk mengalirkan hujan ke sungai.  Oleh karenanya diperlukan upaya optimasi desain untuk mendapatkan biaya yang paling murah. Desain akan tepat jika digunakan data yang akurat, oleh karenanya dilakukan pengujian koefisien permeabilitas batuan bawah permukaan.