open access

Abstract

Drainase merupakan sarana dan prasarana kota yang merupakan salah satu bangunan pelengkap pada ruas jalan yang berfungsi untuk mengendalikan limpasan air hujan di permukaan ruas jalan dan juga dari daerah sekitarnya agar tidak merusak konstruksi jalan akibat genangan air yang melimpas diatas perkerasan jalan atau erosi pada badan jalan. Berdasarkan kondisi eksisting bahwa sistem drainase pada ruas Jalan Krucil- Tambelang (R.53) di Kabupaten Probolinggo merupakan sistem saluran drainase terbuka  yang tidak mampu menampung debit limpasan sehingga  permasalahan yang ada pada Ruas Jalan Krucil- Tambelang (R.53) sering mengalami genangan air pada musim hujan sehingga menyebabkan tergangunya arus lalu lintas,  terjadinya peningkatan kadar air yang menyebabkan melemahkan perkerasan jalan secara keseluruhan di ruas jalan Kruci- Tambelang (R.53). Akibatnya jalan menjadi rapuh dan mudah rusak. Oleh sebab itu diperlukan normalisasi drainase pada ruas jalan Krucil- Tambelang (R.53) dengan hasil plot rute jalan berdasarkan peta tofografi diperoleh sta 0+00 – 2+900. Adapun hasil analisa debit banjir Rencana pada sta 0+00 – 2+900 yaitu:  Q = 0,49 (m3/detik), dimensi saluran = 0,68 M, Arencana = 0,11 M2   P = 0,94 M, R=0,12 M, T= 0,46 M, Q desain, = 0,71 m3/detik.  sehingga kondisi drainase dapat memenuhi kapasitas saluran karena debit rencana lebih besar dibandingkan dengan debit eksisting (Q rencana > Q eksisting). Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas saluran dapat memenuhi syarat kapasitas untuk menampung debit limpasan sehingga dapat mengatasi genangan air pada ruas jalan, meminimalkan tergangunya arus lalu lintas, serta dapat mempertambah umur jalan di Jalan Krucil-Tambelang (R.53) Kabupaten Probolinggo.