MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL DALAM RANTAI PASOK PERTAMBANGAN BATUGAMPING
Abstract
Industri pertambangan batugamping menghadapi berbagai risiko operasional yang berpotensi mengganggu lancarnya rantai pasok, mulai dari penambangan hingga distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melepaskan risiko operasional dalam rantai pasok pertambangan batugamping dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, serta dokumen internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama meliputi konflik sosial dengan masyarakat sekitar (RPN 288), keterlambatan transportasi akibat cuaca ekstrem (RPN 280), dan kerusakan alat berat (RPN 252). Strategi mitigasi yang disarankan mencakup pemeliharaan preventif berbasis teknologi, sistem pemantauan cuaca, pelacakan GPS, serta program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat hubungan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan manajemen risiko dalam rantai pasok pertambangan, sekaligus mendukung terciptanya operasi yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan
Downloads
Copyright (c) 2026 Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










