ANALISIS RISIKO ERGONOMI UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA UMKM PANGAN
Abstract
UMKM pangan sangat bergantung pada kerja manual yang berulang dan postur canggung, sehingga berisiko tinggi mengalami work-related musculoskeletal disorders (WMSDs). Studi deskriptif-observasional ini menganalisis risiko ergonomi pada lima stasiun produksi keripik buah di UD. Virgo Snack (Malang) dengan melibatkan 10 pekerja. Tiga instrumen digunakan secara terpadu: Nordic Body Map (NBM) untuk memetakan keluhan, Manual Task Risk Assessment (ManTRA) untuk menilai repetisi, beban, dan gaya, serta Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk mengevaluasi postur. NBM menunjukkan keluhan tertinggi pada punggung (32/40) dan pinggang (31/40). ManTRA menandai risiko tinggi (≥15) pada lengan bawah dan punggung di stasiun pengupasan, perendaman, dan pembekuan. RULA menguatkan temuan tersebut: perendaman berisiko tinggi (Grand Score 7), pengupasan sedang (6), pembekuan sedang (5), sedangkan penggorengan (4) dan sorting/packing (3) rendah. Temuan menegaskan prioritas intervensi teknik (pompa/selang, meja/tumpuan setinggi pinggang, pengurangan beban/keranjang beroda) dan administratif (micro-breaks, rotasi tugas, pembatasan jam kerja) untuk menurunkan skor ManTRA <15 dan RULA <5. Pendekatan triangulasi NBM–ManTRA–RULA efektif memetakan risiko dan mengarahkan rekomendasi perbaikan ergonomi berbasis bukti pada konteks UMKM pangan
Downloads
Copyright (c) 2026 Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










