USULAN ALAT BANTU ERGONOMIS UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEKERJA UMKM JAMU MENGGUNAKAN METODE QEC
Abstract
Pekerjaan manual berulang pada UMKM pangan tradisional berpotensi tinggi memicu keluhan muskuloskeletal, namun penerapan Quick Exposure Check pada UMKM jamu masih jarang sehingga profil paparan ergonominya belum banyak terdokumentasi secara ilmiah. Studi ini penting untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan memetakan paparan ergonomi pada setiap tahapan produksi jamu dan merumuskan usulan alat bantu kerja berbasis antropometri yang dapat direplikasi pada UMKM sejenis. Penelitian observasional cross sectional dilakukan pada 7 pekerja produksi dengan total sampling di sembilan tahapan kerja menggunakan penilaian QEC dan pengukuran antropometri sebagai dasar rancangan fasilitas kerja. Hasil menunjukkan tahapan pemotongan bahan sebagai paparan tertinggi dengan exposure level 53,1% sampai 54,3% dan rerata pra intervensi 53,7% sehingga melampaui ambang 50% dan memerlukan perubahan ergonomi. Paparan tertinggi terutama terkait punggung dan leher karena postur membungkuk lebih dari 30 derajat dan fleksi leher berkepanjangan selama aktivitas pemotongan. Tahap filling memiliki exposure level 40,7% sampai 41,97% dengan rerata 41,34% sedangkan tujuh tahapan lainnya berada pada kategori aman di bawah 40%. Rerata exposure level seluruh tahapan sebelum intervensi adalah 30,43% berdasarkan rekap penilaian QEC. Berdasarkan temuan tersebut diusulkan meja dan kursi ergonomis berbasis antropometri untuk menurunkan paparan pada punggung dan leher sekaligus meningkatkan kenyamanan kerja
Downloads
Copyright (c) 2026 Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










