PENINGKATAN MUTU TEMPE KEDELAI MELALUI PENGEMBANGAN PROSES FERMENTASI DAN RUANG FERMENTASI PADA INDUSTRI TEMPE DIWAS JAYA ABADI PURWODADI
Abstract
Desa Parerejo merupakan salah satu desa yang penduduknya sekitar 70% berprofesi sebagai penghasil tempe di Kabupaten malang. Salah satu penghasil tempe adalah binaan Inatitut Teknologi Nasional Malang yaitu Industri Tempe Diwas Jaya Purwodadi. Industri Tempe Diwas mempunyai 2 orang karyawan bertugas mulai dari membersihkan kedelai, proses perebusan, penirisan, pendinginan, pemberian ragi dan fermentasi serta pengemasan. Awalnya bahan baku kedelai yang dipakai sekitar 1 kuintal kedelai tetapi setelah 6 tahun kemudian terjadi penurunan menjadi 60 kg bahan baku yang dipakai. Hal ini karena peminatan tempe berkurang, persaingan industri tempe semakin meningkat. Pada proses pengupasan kulit, alat yang dipakai sudah tua sehingga timbul karat pada permukaannya yang akan berakibat pada terdapatnya oksida logam yang dapat menempel pada kedelai.Waktu meniriskan kedelai tidak tuntas sehingga kandungan air masih banyak mengakibatkan proses pendinginan menghasilkan kedelai dingin tetapi tidak kering. Pada waktu pemberian ragi masih terdapat air, hal ini akan berakibat pada pertumbuhan jamur yang kurang maksimal sehingga tempe yang dihasilkan kurang padat pada bagian tengah dan kurang tahan lama. Urgensi pada pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan pemahaman kepada mitra agar tempe yang dihasilkan melalui proses yang memperhatikan hygiene sehingga produk tempe yang dihasilkan sesuai dengan SNI 3144-2015, aman serta tidak mudah busuk. Setelah dilakukan proses perbaikan pada proses pendinginan kedelai serta perubahan ruang fermentasi, produk tempe yang dihasilkan menjadi kompak, putih, tahan lama, tidak mengandung bakteri e-coli sehingga semua tempe habis terjual dalam waktu yang cukup singkat dan produksi ditingkatkan menjadi 70 kg bahan baku.
Downloads
Copyright (c) 2026 Siswi Astuti, Awan Uji Krismanto, Eko Yohanes Setyawan, Ratri Andinisari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.