IMPLEMENTASI SMART FLOOD EARLY DETECTION BERTENAGA SURYA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI KERUGIAN AKIBAT BANJIR DI DESA KEDUNGBANTENG
Abstract
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2022, Kabupaten Sidoarjo memiliki nilai indeks risiko bencana banjir sebesar 15,39 yang tergolong dalam kategori risiko banjir tinggi. Menurut infografis yang diunggah di website Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, terdapat 10 kejadian banjir dan genangan yang terjadi di Sidoarjo pada Januari hingga Mei 2024. Salah satu wilayah yang terdampak yaitu Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Banjir yang melanda Desa Kedungbanteng menyebabkan kerugian bagi penduduk setempat maupun pemerintah. Banjir terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengantisipasi dan menghindarinya. Adapun tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir melalui penerapan sistem pendeteksi yang efektif, sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan dan masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi secara cepat dan tepat. Metode penelitian yang digunakan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sudah berfungsi dengan baik, informasi terkait ketinggian air sudah tersedia pada website. walaupun terdapat delay pada saat menampilkan video selama 4 detik, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi masyarakat maupun pemerintah untuk mendapatkan informasi terkini. Inovasi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Melalui kuisioner yang diberikan masyarakat merasa terbantu dengan adanya inovasi ini.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









