PENERAPAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) DALAM MENENTUKAN PRIORITAS PENGADAAN LAYANAN STUNTING DI SULAWESI TENGGARA
Abstract
Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang menghambat pertumbuhan anak, biasanya dimulai sejak kehamilan dan terlihat saat usia dua tahun. Di Sulawesi Tenggara, angka stunting fluktuatif: 30,2% (2021), turun ke 27,6% (2022), lalu naik lagi menjadi 30% (2023). Penanganan stunting memerlukan strategi kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Salah satu pendekatan efektif adalah membangun sistem pendukung keputusan (SPK) menggunakan metode TOPSIS, yang membantu menentukan prioritas layanan secara objektif berdasarkan kedekatan ke solusi ideal. Untuk mengurangi subjektivitas, bobot kriteria ditentukan dengan metode entropi, yang mengukur variasi data secara statistik. Data yang digunakan bersumber dari BPS, mencakup akses air bersih, fasilitas kesehatan, layanan posyandu, dan upaya pencegahan gizi buruk. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Buton dengan nilai preferensi 0.7941 menjadi daerah prioritas karena prevalensi stunting yang tinggi. Penerapan SPK berbasis TOPSIS dengan pembobotan entropi ini diharapkan dapat mengarahkan alokasi sumber daya secara lebih tepat sasaran, meningkatkan efektivitas intervensi, dan secara bertahap menurunkan angka stunting di Sulawesi Tenggara.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









