PERAN SISTEM INFORMASI DAN DEFEND ID DALAM PENGUATAN PERTAHANAN NASIONAL ERA DIGITAL
Abstract
Transformasi digital dalam industri pertahanan menjadi krusial di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap sistem informasi strategis nasional. Kasus peretasan situs Kementerian Pertahanan menjadi indikasi lemahnya ketahanan siber nasional. DEFEND ID sebagai holding BUMN industri pertahanan memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan sistem informasi guna memperkuat pertahanan negara. Namun, permasalahan seperti ketergantungan terhadap teknologi asing, keterbatasan sumber daya manusia, dan ketiadaan standar interoperabilitas masih menjadi tantangan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sistem informasi dan strategi DEFEND ID dalam mendukung ketahanan pertahanan nasional era digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, dengan pendekatan tematik dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem ERP dan MES di lingkungan DEFEND ID telah meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi logistik. Pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi distribusi logistik sebesar 17%, dan penurunan biaya operasional sebesar 12%. Namun demikian, integrasi sistem nasional masih terhambat oleh fragmentasi teknologi dan lemahnya koordinasi antar entitas pertahanan. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan pusat data militer nasional, pengembangan sistem informasi mandiri, serta penguatan kolaborasi triple helix. Temuan ini menegaskan urgensi reformasi sistem informasi pertahanan sebagai fondasi kemandirian teknologi nasional.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









