ANALISIS KESIAPAN DAN PENERIMAAN TEKNOLOGI PADA PENGGUNA GOJEK DAN INDRIVE DENGAN METODE TRAM
Abstract
Perkembangan teknologi di bidang transportasi telah mendorong perubahan signifikan dalam perilaku masyarakat dalam mengakses layanan mobilitas. Aplikasi ride-hailing seperti Gojek dan inDrive menjadi solusi utama dalam memenuhi kebutuhan transportasi yang cepat, efisien, dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kesiapan serta penerimaan teknologi pengguna terhadap kedua aplikasi tersebut dengan menggunakan pendekatan Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). Model ini menggabungkan empat dimensi kesiapan teknologi (optimism, innovativeness, discomfort, insecurity) dan tiga dimensi penerimaan teknologi (perceived usefulness, perceived ease of use, use intention). Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengolahan data melalui teknik SEM-PLS dan melibatkan 250 responden pengguna Gojek dan inDrive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Gojek maupun inDrive memiliki pola penerimaan teknologi yang serupa, dengan masing-masing menerima 7 dari 10 hipotesis yang diajukan. Secara deskriptif, Gojek memperoleh skor kesiapan teknologi yang lebih tinggi sebesar 82,40% dibandingkan inDrive sebesar 77,99%. Gojek menunjukkan keunggulan dalam persepsi kemudahan, manfaat, serta niat penggunaan, sementara inDrive masih memiliki ruang untuk peningkatan dalam aspek keamanan dan pengalaman pengguna. Temuan ini merekomendasikan agar kedua aplikasi terus berinovasi dalam meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna, serta menyempurnakan fitur dan layanan yang sesuai dengan ekspektasi pengguna digital saat ini.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









