PERANCANGAN DESAIN USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE APLIKASI MOBILE RECLEAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING MELALUI PENDEKATAN SOSIAL BUDAY DI KOTA SAMARINDA
Abstract
Perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur membawa dampak signifikan di berbagai bidang, terutama bidang ekonomi. Dampak tersebut mendorong pertumbuhan populasi penduduk, khususnya di Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi dengan persentase populasi tertinggi. Pertumbuhan ini diikuti perubahan pola konsumsi yang berdampak pada meningkatnya jumlah sampah. Pada tahun 2023, Kota Samarinda tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di provinsi sebanyak 599,45 ton per hari. Meskipun strategi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) telah dilakukan namun, penerapannya masih rendah karena pengelolaan sampah didominasi pendekatan 3P (Pengumpulan, Pengangkutan, dan Pembuangan). Oleh karena itu, dibutuhkan solusi berbasis teknologi melalui aplikasi mobile. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain User Interface (UI) dan User Experience (UX) aplikasi mobile ReClean dengan menggunakan metode Design Thinking melalui pendekatan sosial budaya di Kota Samarinda. Metode Design Thinking memiliki lima fase yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Hasil penelitian didapatkan dari pengujian kepada 10 responden pengguna dan 6 responden pengelola. Pengujian terdiri dari dua tahap, yaitu penyelesaian task dengan hasil persentase keberhasilan 100%, serta kuesioner PSSUQ (Post-Study System Usability Questionnaire) dengan hasil Overall sebesar 1,30 (Pengguna) dan 1,46 (Pengelola) termasuk kategori lower limit. Hasil ini menunjukkan bahwa perancangan desain aplikasi mobile ReClean memenuhi kebutuhan pengguna dan dapat digunakan secara user friendly.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









