SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENGIDENTFIKASI DAERAH RAWAN KEKERINGAN DI KABUPATEN PURWAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTI ATTRIBUTE UTILITY THEORY (MAUT)
Abstract
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim penghujan serta musim kemarau. Hal itu menjadikan Indonesia rentan terhadap berbagai bencana seperti tanah longsor, banjir bandang, dan kekeringan. Kekeringan adalah salah satu bencana yang sering kali dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama di daerah pegunungan. Peristiwa ini terjadi ketika keberadaan air di suatu wilayah menjadi sangat langka dalam periode tertentu. Salah satunya pada Kabupaten Purwakarta karena memiliki beragam potensi bencana yang dapat terjadi salah satunya yaitu kekeringan. Saat ini, proses identifikasi daerah rawan terhadap kekeringan masih sering dilakukan dengan melalui analisis manual, laporan pengaduan masyarakat, dan mengandalkan data historis dari hasil kajian risiko bencana, tanpa adanya sistem yang mampu mendukung analisis secara objektif. Oleh karena itu, menyebabkan ketidakakuratan dalam menentukan daerah mana yang berisiko tinggi mengalami kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam mengidentifikasi daerah rawan kekeringan dengan menggunakan metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Kriteria untuk menentukan identifikasi daerah rawan kekeringan ini diantaranya yaitu, curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan topografi. Hasil dari penelitian ini diperoleh dari hasil pengujian yang telah dilakukan serta melalui perhitungan akhir dengan menunjukan nilai alternatif dari yang paling tinggi hingga yang terendah. Dan selanjutnya akan diusulkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta agar segera mendapatkan perhatian untuk mitigasi kekeringan.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









