IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS++ UNTUK KLASTERISASI DAERAH RAWAN STUNTING DI KABUPATEN TASIKMALAYA

  • Bintang Ary Pradana Informatika, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Betha Nurina Sari Informatika, Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Untuk memahami tingkat kerawanan stunting, dilakukan klasterisasi kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan data jumlah balita dengan kategori pendek dan sangat pendek pada periode 2020 hingga 2022 menggunakan algoritma K-Means++. Penelitian ini menggunakan tahapan Knowledge Discovery in Databases (KDD). Hasil klasterisasi membagi kecamatan menjadi tiga kategori, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Kecamatan Cigalontang secara konsisten berada dalam kategori tinggi selama tiga tahun berturut-turut, sedangkan kecamatan Salopa, Jatiwaras, dan Cisayong berpindah ke kategori sedang pada 2022. Sebagian besar wilayah tetap dalam kategori sedang, menunjukkan bahwa kerawanan stunting secara umum masih cukup tinggi. Evaluasi menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI) menunjukkan nilai 0,7839 yang menandakan kualitas klasterisasi yang baik. Dari temuan ini dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi penanggulangan stunting yang lebih terarah, dengan Kecamatan Cigalontang sebagai prioritas utama, serta kecamatan lain dalam kategori sedang yang juga memerlukan perhatian lebih lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-11-05