APLIKASI PELUK SI SULTAN : KEMUDAHAN ATAU TANTANGAN?
Abstract
Di era transformasi digital, pelayanan publik dituntut untuk lebih cepat, efisien, dan inklusif. Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan aplikasi "Peluk Si Sultan" sebagai inovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan paspor bagi pemohon yang sedang sakit. Meskipun memiliki tujuan mulia, implementasi aplikasi ini masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan keterampilan petugas, minimnya sosialisasi, serta belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dalam implementasi aplikasi "Peluk Si Sultan" di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan, serta merumuskan strategi peningkatan layanan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kerangka SWOT untuk memetakan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan aplikasi. Analisis menunjukkan kekuatan utama berupa kemudahan prosedur, kesetaraan hak layanan, dan fitur unggah dokumen. Kelemahan meliputi kurangnya keterampilan operator dan minimnya sosialisasi. Peluang mencakup peningkatan kepuasan masyarakat dan kerja sama dengan lembaga kesehatan, sedangkan ancaman meliputi risiko keamanan data dan serangan siber. Penelitian merekomendasikan pelatihan petugas, sosialisasi intensif, penyusunan SOP, dan penguatan keamanan data.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









