OPTIMALISASI PENYALURAN BANTUAN SOSIAL TUNAI MENGGUNAKAN METODE WASPAS DI DESA KALIBUNTU
Abstract
Program bantuan sosial di Indonesia telah menjadi strategi utama pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan melalui skema seperti PKH, BPNT, dan BST. Namun, implementasi sering terkendala ketidaktepatan data, proses seleksi manual yang kurang transparan, serta risiko kesalahan dan ketidakadilan, khususnya di tingkat desa seperti Desa Kalibuntu di mana seleksi masih bergantung pada musyawarah dan administrasi tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode WASPAS untuk mendukung seleksi penerima bantuan sosial tunai yang lebih objektif, adil, dan transparan di Desa Kalibuntu. Metode yang digunakan meliputi WASPAS dengan kriteria penghasilan (cost), jumlah tanggungan (benefit), kondisi tempat tinggal (benefit), pekerjaan kepala keluarga (benefit), dan usia (benefit). Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan dokumen desa terhadap 50 calon penerima, kemudian diolah menjadi matriks keputusan, dinormalisasi, dan dihitung nilai preferensinya melalui kombinasi Weighted Sum Model (WSM) dan Weighted Product Model (WPM). Hasil menunjukkan perangkingan dengan Rukmini sebagai peringkat pertama (skor 0,8200), diikuti Paidi (0,8048) dan Darto Susilo (0,7916). SPK ini meningkatkan akurasi, efisiensi, dan transparansi, meminimalkan kesalahan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan sosial.
Downloads
Copyright (c) 2025 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









