POLA DISTRIBUSI SPASIAL URBAN SPRAWL DAN PETA DASIMETRIK DI KOTA BOGOR MENGGUNAKAN METODE NDBI DAN MNDWI

  • Defva Sahuri Teknik Informatika, Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Erwin Hermawan Teknik Informatika, Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Nurul Kamilah Teknik Informatika, Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Dewi Primasari Teknik Informatika, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Abstract

Dalam 10 tahun terakhir, Kota Bogor mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan. Jumlah penduduk meningkat dari 820.707 jiwa pada tahun 2003 menjadi 1.013.019 jiwa pada tahun 2013, dan mencapai 1.070.719 jiwa pada tahun 2023. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah urbanisasi dari wilayah kabupaten menuju kota, yang memicu terbentuknya kawasan permukiman baru sebagai tempat tinggal penduduk. Urbanisasi yang tidak terkendali mengakibatkan berkembangnya daerah pinggiran kota secara pesat dan berkurangnya lahan terbangun (built-up area). Kondisi ini memicu pemekaran kota akibat ekspansi perkotaan yang tidak terkontrol atau dikenal sebagai urban sprawl, yang berdampak pada kebutuhan ruang hunian dan perubahan fungsi fisik kota ke arah luar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi urban sprawl dan peta dasimetrik di Kota Bogor dengan menggunakan citra satelit Landsat 5 TM dan 8 OLI TIRS. Metode yang digunakan mengombinasikan NDBI, MNDWI, serta peta dasimetrik dengan platform Google Earth Engine (GEE). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan luas area terbangun, dengan penambahan tertinggi sebesar 6.182 hektar pada tahun 2023. Kecamatan Tanahsareal mencatat penambahan terbesar sebesar 1.412 hektar. Kepadatan penduduk juga meningkat, dengan Kecamatan Bogor Selatan memiliki densitas tertinggi antara 246–313 jiwa/ha. Pertumbuhan luas lahan terbangun seimbang dengan kenaikan kepadatan penduduk.

03 menjadi 1.013.019 jiwa pada tahun 2013, dan mencapai 1.070.719 jiwa pada tahun 2023. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah urbanisasi dari wilayah kabupaten menuju kota, yang memicu terbentuknya kawasan permukiman baru sebagai tempat tinggal penduduk. Urbanisasi yang tidak terkendali mengakibatkan berkembangnya daerah pinggiran kota secara pesat dan berkurangnya lahan terbangun (built-up area). Kondisi ini memicu pemekaran kota akibat ekspansi perkotaan yang tidak terkontrol atau dikenal sebagai urban sprawl, yang berdampak pada kebutuhan ruang hunian dan perubahan fungsi fisik kota ke arah luar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi urban sprawl dan peta dasimetrik di Kota Bogor dengan menggunakan citra satelit Landsat 5 TM dan 8 OLI TIRS. Metode yang digunakan mengombinasikan NDBI, MNDWI, serta peta dasimetrik dengan platform Google Earth Engine (GEE). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan luas area terbangun, dengan penambahan tertinggi sebesar 6.182 hektar pada tahun 2023. Kecamatan Tanahsareal mencatat penambahan terbesar sebesar 1.412 hektar. Kepadatan penduduk juga meningkat, dengan Kecamatan Bogor Selatan memiliki densitas tertinggi antara 246–313 jiwa/ha. Pertumbuhan luas lahan terbangun seimbang dengan kenaikan kepadatan penduduk.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-11-09