ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA DAN EFISIENSI LINK AGGREGATION CONTROL PROTOCOL (LACP) DENGAN PARALLEL LINK DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS JARINGAN PADA KETERBATASAN PORT 1 GBPS DI PT. INDOSAT OOREDOO HUTCHISON
Abstract
Infrastruktur jaringan di PT. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menghadapi tantangan peningkatan trafik data yang pesat sementara kapasitas perangkat masih terbatas oleh port 1 Gbps. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dan efisiensi dua solusi agregasi link, yaitu Link Aggregation Control Protocol (LACP) dan Parallel Link, untuk menentukan solusi optimal bagi peningkatan kapasitas jaringan. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, and Optimize), di mana pengujian dilakukan pada perangkat ZTE ZXMW NR9000TR dan NEC iPASOLINK VR10. Parameter pengukuran meliputi analisis kapasitas, throughput, distribusi beban (load balancing), dan redundansi (failover). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LACP memiliki performa lebih unggul dengan total kapasitas 3000 Mbps dan throughput 1605.15 Mbps. LACP mampu mendistribusikan trafik secara otomatis dan menyediakan mekanisme failover otomatis yang menjaga layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan link. Sebaliknya, Parallel Link mengalami ketidakseimbangan beban trafik dengan selisih throughput antar link mencapai 387.52 Mbps dan memerlukan konfigurasi manual karena tidak memiliki sistem pemulihan otomatis. Penelitian menyimpulkan bahwa LACP adalah solusi paling optimal untuk mengatasi keterbatasan port 1 Gbps di PT. IOH demi menjaga keandalan layanan telekomunikasi
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









