ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR TI SEKOLAH DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN HYBRID DI PALANGKA RAYA
Abstract
Pandemi Covid-19 mendorong perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran daring, sehingga pembelajaran hybrid menjadi solusi yang relevan pascapandemi. Keberhasilan model ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan infrastruktur TI dalam mendukung pembelajaran hybrid di Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 34 responden yang terdiri dari guru, pegawai sekolah, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Aspek yang dikaji meliputi ketersediaan perangkat keras, kualitas jaringan internet, perangkat lunak pembelajaran, dan kompetensi digital pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur TI sekolah berada pada kategori cukup baik. Perangkat keras dan perangkat lunak pembelajaran dinilai memadai, namun kualitas jaringan internet belum merata di seluruh sekolah. Kompetensi digital pengguna tergolong cukup baik, tetapi masih memerlukan peningkatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pembelajaran hybrid dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









