ANALISIS DAYA TARIK OBJEK WISATA BERDASARKAN KECUKUPAN INFORMASI DI KAWASAN GEOPARK BOGOR HALIMUN SALAK MENGGUNAKAN METODE CPI (COMPOSITE PERFORMANCE INDEX)
Abstract
Pengembangan pariwisata di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kecukupan informasi, khususnya pada objek wisata di kawasan Geopark Bogor Halimun Salak. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum meratanya ketersediaan informasi wisata yang akurat, lengkap, dan mutakhir sehingga berpotensi menghambat pengambilan keputusan wisatawan maupun pengelola kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi tingkat kecukupan informasi objek wisata di kawasan Geopark Bogor Halimun Salak menggunakan metode Composite Performance Index (CPI). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan penerapan CPI berdasarkan tujuh kriteria penilaian, yaitu jenis objek wisata, jarak, biaya, aktivitas, deskripsi, kelengkapan, dan kebaruan informasi. Studi kasus dilakukan pada 36 objek wisata prioritas yang tersebar di lima kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata dengan tingkat kecukupan informasi tertinggi adalah Curug Nangka dengan skor CPI sebesar 86,29, diikuti The Highland Park Resort sebesar 85,21 dan Curug Batu Ampar sebesar 84,31, sedangkan tingkat kecukupan informasi terendah terdapat pada Persawahan Terasering Malasari dengan skor 31,77. Hasil analisis CPI kemudian divisualisasikan dalam sistem WebGIS menggunakan tiga klasifikasi warna untuk memudahkan identifikasi kualitas informasi secara spasial. Penelitian ini menegaskan pentingnya kecukupan informasi dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan digitalisasi informasi wisata
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









