ANALISIS POLA OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL LAMAHORA BERDASARKAN PERFORMA DAN SPECIFIC FUEL CONSUMPTION
Abstract
Ketersediaan energi listrik yang andal dan efisien sangat penting bagi keberlangsungan pelayanan kelistrikan, khususnya pada sistem pembangkitan diesel di wilayah terpencil. PLTD Lamahora sebagai unit pembangkitan milik PLN berperan strategis dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Pulau Lembata. Permasalahan yang dihadapi adalah perbedaan efisiensi antar mesin diesel serta belum optimalnya pola operasi berbasis kondisi aktual mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa mesin diesel PLN di PLTD Lamahora berdasarkan nilai Specific Fuel Consumption (SFC), menentukan mesin dengan efisiensi terbaik sebagai prioritas operasi, serta menyusun pola operasi optimum berbasis merit order. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data hasil uji performa mesin dan data pembebanan harian sistem. Analisis difokuskan pada perbandingan nilai SFC sebagai indikator efisiensi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SFC mesin diesel berada pada rentang 0,250–0,320 L/kWh. Mesin Cummins memiliki efisiensi tertinggi dengan nilai SFC 0,250–0,259 L/kWh dan direkomendasikan sebagai baseload. Mesin dengan SFC menengah 0,270–0,295 L/kWh berfungsi sebagai pengisi beban, sedangkan mesin dengan SFC di atas 0,300 L/kWh ditempatkan sebagai unit siaga. Penerapan merit order berbasis SFC berpotensi meningkatkan efisiensi bahan bakar dan keandalan sistem PLTD Lamahora
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









