PERANCANGAN APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK MEMBEDAKAN VIDEO YANG DIHASILKAN OLEH (AI) DENGAN VIDEO ASLI MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMER
Abstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya dalam bidang deep learning, telah mendorong munculnya video sintetis atau deepfake yang semakin realistis dan sulit dibedakan dari video asli. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius terhadap integritas informasi digital karena berpotensi digunakan untuk menyebarkan misinformasi, penipuan, serta pelanggaran etika, privasi, dan keamanan. Oleh karena itu, diperlukan metode deteksi deepfake yang akurat, adaptif, dan andal dalam menghadapi teknik manipulasi visual yang terus berkembang. Penelitian ini mengusulkan model deteksi deepfake berbasis arsitektur hybrid yang mengombinasikan ConvNeXt dan Vision Transformer (ViT). ConvNeXt dimanfaatkan untuk mengekstraksi fitur lokal citra wajah, sementara Vision Transformer digunakan untuk menangkap konteks global secara lebih komprehensif. Selain itu, model dilengkapi dua jalur rekonstruksi, yaitu Autoencoder (AE) dan Variational Autoencoder (VAE), guna meningkatkan sensitivitas model dalam mendeteksi artefak manipulasi visual yang bersifat halus. Dataset yang digunakan berasal dari video asli dan deepfake yang tersedia secara publik, dengan sekitar satu juta citra wajah hasil ekstraksi frame. Data dibagi menjadi set pelatihan, validasi, dan pengujian. Hasil eksperimen menunjukkan model mampu mencapai akurasi hingga 98%, nilai AUC mendekati 1,00, serta F1-Score yang tinggi. Implementasi melalui antarmuka Gradio menunjukkan sistem dapat digunakan secara praktis dan konsisten, sehingga berpotensi menjadi solusi efektif untuk verifikasi media digital di masa depan
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









