ANALISIS FORENSIK BROWSER KONTEN HOAX PADA LAYANAN MEDIA SOSIAL TIKTOK MENGGUNAKAN METODE DIGITAL FORENSICS RESEARCH WORKSHOP

  • Indah Rafni Yunipratiwi Informatika, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
  • Imam Riadi Sistem Informasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
  • Abdul Fadlil Teknik Elektro, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong masifnya penggunaan media sosial seperti TikTok, yang di Indonesia mencapai 108 juta pengguna. Namun, kemudahan ini juga memicu peningkatan penyebaran informasi palsu atau hoaks. Penelitian ini bertujuan menganalisis artefak digital pada browser yang digunakan untuk mengunggah konten hoaks di TikTok dengan menerapkan metode Digital Forensic Research Workshop (DFRWS). Penelitian dilakukan melalui empat tahap DFRWS: identifikasi dan pengumpulan data kasus hoaks di TikTok, akuisisi artefak browser (history, cache, cookies, metadata) menggunakan Autopsy dan Browser History Examiner, analisis artefak secara sistematis, serta interpretasi hasil untuk merekonstruksi kronologi penyebaran hoaks. Hasil analisis menunjukkan bahwa FTK Imager memperoleh 27,27% dari total temuan, dengan data berupa 1 teks keterangan, 1 nama pengguna, dan 1 tautan, Browser History Examiner memperoleh 18,18% dengan data berupa 1 username dan 1 link, Browser History Viewer mencatatkan 36,36% dengan 2 foto (1 foto profil dan 1 thumbnail video), 1 nama pengguna, dan 1 tautan, sementara Video Cache Viewer memperoleh 18,18% dengan 1 video dan 1 tautan. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode DFRWS dalam mengidentifikasi dan menelusuri jejak digital aktivitas penyebaran hoaks di TikTok dengan akurasi yang mendukung pembuktian forensik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penegakan hukum siber terkait hoaks di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-03-20