INVESTIGASI FORENSIK DIGITAL KASUS PELECEHAN SEKSUAL PADA LAYANAN MEDIA SOSIAL X DENGAN METODE ACPO
Abstract
Kasus pelecehan seksual berbasis daring pada layanan media sosial X menimbulkan tantangan dalam praktik forensik digital, terutama ketika pelaku menghapus pesan sehingga artefak komunikasi tidak lagi terlihat pada aplikasi. Permasalahan ini menyulitkan proses pembuktian dan menuntut investigasi yang sistematis serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemulihan barang bukti digital pada kasus pelecehan seksual daring menggunakan metode Association of Chief Police Officers (ACPO). Metode ACPO diterapkan melalui tahapan Plan, Capture, Analyze, dan Present dengan memanfaatkan dua tools forensik, yaitu MOBILedit Forensic Express dan Magnet AXIOM. Objek analisis berupa artefak Direct Message yang meliputi 17 pesan teks, 2 gambar, 2 video, 1 pesan suara, dan 2 informasi akun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOBILedit Forensic Express berhasil memulihkan seluruh artefak gambar, video, dan informasi akun, namun hanya sebagian pesan teks dan tidak memulihkan pesan suara. Sementara itu, Magnet AXIOM berhasil memulihkan gambar, video, dan pesan suara secara lengkap, tetapi memiliki keterbatasan dalam pemulihan pesan teks dan informasi akun. Secara kumulatif, kombinasi kedua tools menghasilkan pemulihan penuh pada artefak multimedia dan akun, sedangkan pesan teks hanya mencapai 58,52%. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan lebih dari satu tools forensik dalam kerangka metode ACPO dapat meningkatkan efektivitas pengumpulan barang bukti digital pada investigasi pelecehan seksual di media sosial.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









