ANALISIS PENGGUNAAN E RESEP UNTUK MENGURANGI WAKTU TUNGGU OBAT RACIKAN PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT
Abstract
Rumah sakit dituntut memberikan pelayanan kefarmasian yang cepat dan bermutu guna memenuhi Standar Pelayanan Minimum serta meningkatkan kepuasan pasien, khususnya pada pelayanan obat racikan pasien anak. Pelayanan obat racikan pasien anak cenderung membutuhkan waktu lebih lama sehingga berpotensi meningkatkan waktu tunggu, terutama sebelum diterapkannya sistem resep elektronik (e-resep). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan waktu tunggu pelayanan obat racikan pasien anak sebelum dan sesudah penerapan e-resep di Palembang Integrated Child Centre (PICC) Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif. Data dikumpulkan secara prospektif melalui Sistem Antrian SingleQ dan Sistem Hope dengan membandingkan periode sebelum penerapan e-resep (Maret–Mei 2024) dan sesudah penerapan e-resep (Juni 2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan obat racikan menurun dari 20 menit sebelum penerapan e-resep menjadi 14 menit setelah penerapan e-resep. Selain itu, jumlah resep pasien anak meningkat dari rata-rata 131 resep per hari menjadi 183 resep per hari tanpa melampaui standar waktu tunggu yang ditetapkan
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









