PENENTUAN PRIORITAS PEMBELIAN STOK MATERIAL MENGGUNAKAN METODE K-MEANS BERDASARKAN NILAI DAN FREKUENSI TRANSAKSI
STUDI KASUS CV TUNAS MANDIRI
Abstract
Pengelolaan persediaan material yang tidak optimal dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan stok, yang berdampak pada keterlambatan proyek dan peningkatan biaya operasional. CV Tunas Mandiri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa konstruksi masih mengalami kendala dalam menentukan prioritas pembelian stok material karena keputusan yang diambil belum sepenuhnya berbasis pada analisis data historis transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pembelian stok material menggunakan metode K-Means clustering berdasarkan nilai transaksi dan frekuensi transaksi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah CRISP-DM (Cross-Industry Standard Process for Data Mining), yang meliputi tahap business understanding, data understanding, data preparation, modelling, evaluation, dan deployment. Data yang digunakan berupa data transaksi material periode Januari 2024 hingga September 2025 sebanyak 3.776 data. Proses clustering menghasilkan dua cluster utama, yaitu cluster prioritas tinggi dan cluster prioritas rendah. Evaluasi hasil clustering menggunakan Davies–Bouldin Index (DBI) menghasilkan nilai sebesar 0,4517 pada K = 2, yang menunjukkan kualitas pemisahan cluster yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode K-Means mampu mengelompokkan material secara efektif berdasarkan pola penggunaan dan nilai transaksi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan persediaan dan penentuan prioritas pembelian stok material di CV Tunas Mandiri.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









