PREDIKSI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI YABIKU NUSA TENGGARA TIMUR MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES
Abstract
Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan dapat terjadi di berbagai ruang baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun institusi. Di Nusa Tenggara Timur kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tergolong tinggi. Lembaga YABIKU-NTT fokus menangani kasus perlindungan perempuan dan anak, berupaya untuk mengimplementasikan berbagai program agar mencegah dan mengurangi kekerasan. Namun mengalami kesulitan dalam memprediksi dan mengklasifikasikan jenis kekerasan karena dilakukan secara manual. Teknologi kecerdasan buatan khususnya metode machine learning dapat membantu pengolahan data untuk memprediksi pola kejadian kekerasan. Salah satu metode machine learning yakni Naive Bayes dapat mengklasifikasikan pola kekerasan berbasis probabilitas dan statistik. Metode ini dapat memberikan gambaran mengenai performa naive bayes dalam memprediksi potensi kekerasan. Pada penelitian ini menggunakan 100 data kasus di YABIKU-NTT dengan pembagian 80% dan 20% berturut-turut untuk data pelatihan dan data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas Psikis nilai precision 83%, recall 100% ,F1-score 91% dan pada kelas Seksual nilai precision 79% , recall 100%, F1-score tinggi 88% sedangkan pada kelas fisik tidak terprediksi. Metode Naive Bayes mencapai akurasi 80% dan mampu memprediksi pola kekerasan dengan baik pada kategori psikis dan seksual, meskipun pada kekerasan fisik masih kurang akurat karena keterbatasan data.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









