PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PLATFORM E-GOVERNMENT PASAR ATSIRI UNTUK DIGITALISASI RANTAI PASOK MINYAK ATSIRI GARUT
Abstract
Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan sentra produksi minyak atsiri jenis vetiver (akar wangi) terbesar nasional dengan kontribusi sekitar 90% dari total produksi Indonesia. Meskipun memiliki potensi ekonomi besar, petani akar wangi masih menghadapi permasalahan struktural berupa ketergantungan pada tengkulak, minimnya transparansi harga, keterbatasan akses pasar langsung, dan lemahnya tata kelola data pemerintah dalam ekosistem rantai pasok, sehingga pendapatan rata-rata petani hanya mencapai Rp13,9 juta per tahun. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan platform e-government Pasar Atsiri sebagai ekosistem digital terintegrasi berbasis mobile dan web yang menghubungkan petani, penyuling, UMKM, pembeli, dan pemerintah dalam satu ekosistem transparan. Pengembangan platform menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) melalui enam fase: analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, pengujian, penerapan, dan evaluasi. Pengujian black-box terhadap 48 skenario menghasilkan tingkat keberhasilan 96,9%, dengan waktu respons rata-rata 1,8 detik dan uptime 99,1%. User Acceptance Test (UAT) terhadap 20 responden lintas peran menghasilkan skor penerimaan 4,33/5,0 (87,4%). Platform ini terbukti mampu memperluas akses pasar, meningkatkan transparansi harga, dan memperkuat tata kelola komoditas atsiri Garut.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









