CLUSTERING VAKSINASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) PADA HEWAN BERKUKU GENAP/BELAH (CLOVEN-HOOFED) MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS
STUDI KASUS: PROVINSI ACEH
Abstract
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular strategis yang disebabkan oleh virus dari genus Aphthovirus dan menyerang hewan berkuku genap/belah sehingga berdampak besar terhadap sektor peternakan. Sejak muncul kembali pada tahun 2022, Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah yang terdampak karena tingginya populasi ternak dan distribusi vaksinasi yang belum merata antarwilayah. Kondisi ini menimbulkan permasalahan dalam mengidentifikasi pola persebaran vaksinasi secara efektif untuk mendukung pengendalian PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan data vaksinasi PMK di Provinsi Aceh periode 2022-2024 guna mengetahui karakteristik dan pola distribusi vaksinasi pada ternak. Metode yang digunakan adalah algoritma Fuzzy C-Means untuk melakukan proses clustering berdasarkan karakteristik ternak yang telah divaksinasi. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya enam cluster dengan ukuran berbeda, di mana Cluster 4 merupakan cluster terbesar dengan 168.033 data dan Cluster 5 merupakan cluster terkecil dengan 37.939 data. Evaluasi hasil clustering menggunakan metrik Calinski-Harabasz Index (CHI), Davies-Bouldin Index (DBI), dan Silhouette Index (SI) menunjukkan bahwa cluster yang terbentuk memiliki tingkat pemisahan dan kepadatan yang baik. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Fuzzy C-Means efektif dalam mengidentifikasi pola persebaran vaksinasi PMK sehingga dapat mendukung perumusan strategi vaksinasi yang lebih tepat sasaran dan merata di Provinsi Aceh.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









