PERAN CIRCUIT SWITCHED FALLBACK (CSFB) DALAM TRANSISI LAYANAN SUARA DARI LTE KE VOLTE DAN 5G: STUDI LITERATUR

  • Dhuha Rais Teknik Telekomunikasi, Politeknik Negeri Padang
  • Dikky Chandra Teknik Telekomunikasi, Politeknik Negeri Padang
  • Afrizal Yuhanef Teknik Telekomunikasi, Politeknik Negeri Padang
  • Yulindon Yulindon Teknik Telekomunikasi, Politeknik Negeri Padang

Abstract

Transformasi arsitektur jaringan seluler dari circuit-switched ke packet-switched pada teknologi Long Term Evolution (LTE) menimbulkan permasalahan dalam penyediaan layanan komunikasi suara, akibat tidak tersedianya dukungan native terhadap layanan voice sebagaimana pada jaringan generasi sebelumnya. Pada jaringan 2G dan 3G, layanan suara menggunakan arsitektur circuit-switched yang menyediakan kanal komunikasi khusus selama panggilan berlangsung. Namun, pada jaringan LTE, arsitektur jaringan beralih menjadi packet-switched yang berfokus pada layanan data sehingga layanan suara tidak dapat dijalankan secara langsung. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, diperkenalkan mekanisme Circuit Switched Fallback (CSFB) yang memungkinkan perangkat LTE kembali ke jaringan 2G atau 3G saat melakukan panggilan suara. Seiring perkembangan teknologi, solusi berbasis Internet Protocol seperti Voice over LTE (VoLTE) digunakan untuk menyediakan layanan suara langsung pada jaringan LTE dengan kualitas lebih baik dan waktu call setup lebih cepat. Pada jaringan generasi kelima (5G), layanan suara berkembang menuju teknologi Voice over New Radio (VoNR) dengan dukungan EPS fallback. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2021–2025 untuk menganalisis peran CSFB dalam transisi layanan suara dari LTE menuju VoLTE dan 5G. Hasil kajian menunjukkan bahwa CSFB berfungsi sebagai teknologi transisi, namun memiliki keterbatasan dalam efisiensi jaringan dan waktu call setup dibandingkan VoLTE.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-05-31