PENGARUH BENDING FIBER OPTIK SINGLE CORE PADA SUDUT
Abstract
Perkembangan infrastruktur jaringan Fiber to The Home (FTTH) di Indonesia semakin masif, namun instalasi kabel serat optik di lapangan sering menghadapi kondisi tekukan (bending) akibat keterbatasan ruang dan jalur pemasangan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan daya optik (bending loss) yang berdampak pada penurunan kualitas transmisi dan layanan internet pelanggan. Studi ini menganalisis efek pembengkokan pada serat optik inti tunggal terhadap redaman sinyal dan kualitas transmisi. Fokus utama adalah mengukur dan membandingkan nilai bending loss serta degradasi throughput akibat variasi sudut tekukan pada tiga merek kabel precon drop cable, dengan pengujian pada panjang gelombang 1550 nm. Pendekatan eksperimental dilakukan pada tiga merek kabel (Onolink GJYXCH-1B6A2, Spectra G657A1, Tarmoc TPC-PC-1C3S) menggunakan Optical Power Meter dan ONT GPON pada sudut tekukan 15°, 30°, 45°, 60°, dan 90°. Hasil menunjukkan semua kabel berada dalam kategori kehilangan lentur baik (≤0,5 dB) sesuai standar ITU-T G.657. Onolink konsisten menghasilkan nilai negatif (-0,08 hingga -0,22 dB) yang mengindikasikan kualitas produksi melebihi spesifikasi baseline. Spectra sensitif pada sudut kecil dengan nilai 0,14 dB pada 15°, menurun hingga -0,07 dB pada 90°. Tarmoc stabil mendekati nol (0,03 dB pada 15°, -0,04 dB pada 90°). Degradasi throughput minimal (0,59–1,03%) dengan daya ONT Rx dalam kisaran aman (-28,54 hingga -30 dBm). Terdapat korelasi linier antara kehilangan lentur fisik dan kinerja aplikasi. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis instalasi FTTH dengan toleransi tekukan hingga 90°, serta berkontribusi pada optimalisasi jaringan serat optik di lingkungan perkotaan Indonesia.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









