ANALISIS DISTRIBUSI LAND SURFACE TEMPERATURE (LST) TAHUN 2025 MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE DI KABUPATEN JEPARA
Abstract
Peningkatan suhu permukaan bumi menjadi salah satu isu lingkungan yang semakin sering dikaji seiring pertumbuhan kawasan terbangun serta perubahan penggunaan lahan. Permukaan seperti beton, aspal, dan atap bangunan menyerap dan menyimpan panas lebih besar dibandingkan vegetasi sehingga mempengaruhi variasi suhu permukaan suatu wilayah. Keterbatasan cakupan pengamatan langsung mendorong penggunaan penginderaan jauh dalam kajian Land Surface Temperature (LST). Kabupaten Jepara merupakan wilayah pesisir di Provinsi Jawa Tengah dengan variasi kondisi fisik berupa kawasan pesisir, dataran rendah, serta perbukitan lereng Gunung Muria yang menunjukkan perbedaan karakter suhu permukaan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial LST tahun 2025 di Kabupaten Jepara. Periode 2025 dipilih untuk memperbarui data kondisi termal wilayah yang pada kajian sebelumnya hanya mencakup hingga tahun 2020. Analisis dilakukan menggunakan Google Earth Engine yang dipilih karena kemampuannya memproses citra satelit skala besar secara efisien melalui infrastruktur komputasi awan tanpa kebutuhan penyimpanan lokal. Pengolahan citra Landsat 8 Collection 2 Tier 1 periode Januari–Desember 2025 meliputi penyaringan piksel awan menggunakan kanal QA_PIXEL, konversi digital number Band 10 menjadi radiansi spektral, perhitungan brightness temperature menggunakan konstanta kalibrasi sensor, dan konversi ke derajat Celcius. Hasil dikompositkan menggunakan mean composite dan diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas suhu. Nilai LST berada pada kisaran kurang dari 20°C hingga sekitar 30–32°C. Suhu tinggi tersebar pada wilayah pesisir seperti Kecamatan Kedung, Tahunan, Jepara, Bangsri, Keling, dan Donorojo yang didominasi permukiman serta aktivitas ekonomi, sedangkan suhu lebih rendah terdapat pada wilayah perbukitan seperti Kecamatan Batealit, Mayong, dan Nalumsari yang memiliki tutupan vegetasi lebih luas serta elevasi lebih tinggi.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









