SEGMENTASI DAERAH PRIORITAS PENANGANAN STUNTING DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING

  • Aliffia Kurniawati Komaria Sistem Informasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Bayu Priyatna Sistem Informasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Tukino Tukino Sistem Informasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Agustia Hananto Sistem Informasi, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Provinsi Jawa Barat yang ditandai dengan adanya perbedaan tingkat prevalensi antarwilayah. Permasalahan utama terletak pada belum optimalnya pemetaan wilayah berbasis analisis tren kuantitatif, sehingga penentuan prioritas intervensi belum sepenuhnya tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perubahan prevalensi stunting serta mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kesamaan tren selama periode 2014–2024. Metode yang digunakan adalah K-Means Clustering dengan tahapan pre-processing data, normalisasi menggunakan metode Min-Max, penentuan jumlah klaster menggunakan Elbow Method, serta evaluasi menggunakan Silhouette Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dapat dikelompokkan menjadi tiga klaster, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Klaster tinggi memiliki jumlah kasus yang relatif besar dan fluktuatif, klaster sedang menunjukkan tren penurunan yang konsisten, sedangkan klaster rendah memiliki jumlah kasus yang relatif kecil dan stabil. Hasil ini diharapkan dapat mendukung penentuan kebijakan penanganan stunting yang lebih terarah dan berbasis data.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-05-31