SEGMENTASI DAERAH PRIORITAS PENANGANAN STUNTING DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING
Abstract
Stunting pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Provinsi Jawa Barat yang ditandai dengan adanya perbedaan tingkat prevalensi antarwilayah. Permasalahan utama terletak pada belum optimalnya pemetaan wilayah berbasis analisis tren kuantitatif, sehingga penentuan prioritas intervensi belum sepenuhnya tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perubahan prevalensi stunting serta mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kesamaan tren selama periode 2014–2024. Metode yang digunakan adalah K-Means Clustering dengan tahapan pre-processing data, normalisasi menggunakan metode Min-Max, penentuan jumlah klaster menggunakan Elbow Method, serta evaluasi menggunakan Silhouette Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dapat dikelompokkan menjadi tiga klaster, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Klaster tinggi memiliki jumlah kasus yang relatif besar dan fluktuatif, klaster sedang menunjukkan tren penurunan yang konsisten, sedangkan klaster rendah memiliki jumlah kasus yang relatif kecil dan stabil. Hasil ini diharapkan dapat mendukung penentuan kebijakan penanganan stunting yang lebih terarah dan berbasis data.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









