KONSTRUKSI IDENTITAS DIGITAL DAN DAMPAK CYBERBULLYING DALAM RUANG LINGKUP PERGAULAN VIRTUAL REMAJA
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja membangun identitas dan berinteraksi dalam ruang virtual melalui media sosial sebagai sarana utama ekspresi diri. Namun, tingginya intensitas penggunaan media sosial juga memunculkan permasalahan berupa meningkatnya cyberbullying yang berdampak pada kondisi psikologis dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi identitas digital serta keterkaitannya dengan munculnya cyberbullying dalam ruang pergaulan virtual remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai identitas digital, media sosial, dan cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital remaja bersifat performatif dan dipengaruhi oleh validasi sosial, sehingga mendorong remaja menampilkan citra ideal di media sosial. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap cyberbullying yang dipicu oleh anonimitas, tekanan kelompok, dan budaya komunikasi digital. Selain itu, ditemukan hubungan timbal balik antara ketidakstabilan identitas digital dan pengalaman cyberbullying yang berdampak pada kesehatan psikologis remaja. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, konsep diri, dan etika bermedia sosial untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









