ANALISIS SENSITIVITAS ARSITEKTUR LONG SHORT-TERM MEMORY UNTUK PREDIKSI PENYINARAN MATAHARI
Abstract
Prediksi parameter meteorologi merupakan tantangan yang kompleks dalam bidang informatika karena tingginya variabilitas dan sifat non-linier data atmosfer. Permasalahan utama dalam studi ini adalah fluktuasi data penyinaran matahari yang sulit diidentifikasi oleh model konvensional, serta adanya risiko degradasi performa model akibat konfigurasi arsitektur dan pembagian data yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas arsitektur jaringan Long Short-Term Memory (LSTM) dalam memprediksi kondisi cuaca harian melalui variabel Solar Radiation Average (SR Avg), Solar Radiation Maximum (SR Max), dan durasi penyinaran. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan membandingkan tiga variasi arsitektur (Model A: lapisan tunggal, Model B: stacked layer, dan Model C: deep stacked) serta pengujian terhadap tiga skenario rasio pembagian data, yaitu 70:30, 80:20, dan 90:10. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa rasio data 70:30 menghasilkan performa paling stabil, di mana Model B menjadi arsitektur paling optimal dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) terendah sebesar 0,072510, sementara Model A mencatat Root Mean Square Error (RMSE) terbaik sebesar 0,114368. Sebaliknya, penggunaan proporsi data latih yang ekstrem (90:10) memicu penurunan kinerja signifikan akibat gejala overfitting, sehingga pemilihan kedalaman arsitektur yang moderat dan keseimbangan distribusi data menjadi faktor kunci dalam akurasi prediksi.
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









