IMPLEMENTASI METODE MOORA UNTUK DETEKSI STUNTING PADA BALITA BERDASARKAN INDIKATOR ANTROPOMETRI

  • Trisna Wahyu Intan Permadani Sistem Informasi, Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Rini Indriati Sistem Informasi, Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Dwi Harini Sistem Informasi, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian di Indonesia dengan prevalensi sebesar 19,8% pada tahun 2024. Pemantauan pertumbuhan balita di posyandu umumnya dilakukan melalui pencatatan pada Kartu Menuju Sehat (KMS) berdasarkan indikator antropometri. Namun, proses identifikasi stunting masih dilakukan secara manual sehingga hasil penilaian kurang optimal karena belum didukung oleh metode pengolahan data yang sistematis dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) untuk membantu identifikasi stunting pada balita berdasarkan indikator antropometri. Penelitian dilakukan menggunakan data balita yang terdaftar di Posyandu Desa Mekikis, Kecamatan Purwasri, Kabupaten Kediri. Kriteria yang digunakan meliputi Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan framework Streamlit berbasis web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MOORA mampu mengolah data antropometri melalui proses normalisasi, pembobotan, dan perhitungan nilai optimasi sehingga menghasilkan klasifikasi status gizi balita yang lebih objektif dan terstruktur. Pengujian Blackbox Testing menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan yang diharapkan

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-09-29