IMPLEMENTASI AUTOGATE KEIMIGRASIAN DI INDONESIA (2020-2025): SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) DENGAN METODE PRISMA

  • Agam Nafi'udin Manajemen Teknologi Keimigrasian, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Okky Pratama Martadireja Manajemen Teknologi Keimigrasian, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
  • Muhammad Fahrury Romdendine Manajemen Teknologi Keimigrasian, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia

Abstract

Modernisasi teknologi perbatasan melalui sistem autogate telah mendisrupsi tata kelola keimigrasian di Indonesia. Namun, kecanggihan infrastruktur ini memunculkan permasalahan operasional berupa rendahnya adopsi oleh pengguna, kekosongan regulasi pelindungan data biometrik, serta ancaman reduksi insting pengawasan manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menyintesis literatur terkait efektivitas teknis, determinan adopsi pengguna, serta implikasi yuridis dan transformasi SDM pada implementasi autogate periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berpedoman pada protokol PRISMA 2020. Proses seleksi literatur dilakukan secara spesifik melalui empat tahapan utama: identifikasi, penyaringan (screening), uji kelayakan (eligibility), dan inklusi, yang secara ketat menyeleksi 2.193 artikel awal dari empat basis data akademik hingga menghasilkan 30 literatur utama untuk disintesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa autogate efektif memangkas waktu clearance menjadi 15–25 detik dan memperkuat keamanan via SIMKIM, meskipun terhambat instabilitas jaringan di perbatasan darat. Rendahnya adopsi oleh WNI akibat minimnya persepsi kemudahan (perceived ease of use) terbukti dapat diatasi melalui intervensi rekayasa sosial berupa edukasi langsung oleh petugas. Secara yuridis, sistem nirkontak ini memicu urgensi pembentukan regulasi data biometrik dan menuntut transformasi petugas dari rutinitas klerikal menjadi analis keamanan hibrida guna menutupi kelemahan mesin dalam membaca niat tersembunyi (hidden intent) pelintas batas. Penelitian ini berkontribusi memberikan landasan empiris bagi institusi keimigrasian dan pembuat kebijakan untuk memadukan pendekatan rekayasa sosial dalam adopsi teknologi perbatasan, serta mempertegas urgensi perumusan kerangka hukum pelindungan data biometrik nasional

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-10-04