RANCANG BANGUN INKUBATOR TEMPE BERBASIS IOT DENGAN ANALISIS KARAKTERISTIK SENSOR DHT11 UNTUK MONITORING SUHU FERMENTASI

  • Faisal Akbar Wibowo Teknik Elektro, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Lela Nurpulaela Teknik Elektro, Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Proses fermentasi tempe memerlukan kondisi suhu yang stabil agar menghasilkan produk dengan kualitas yang baik. Pada metode konvensional, pengendalian suhu masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan proses fermentasi yang kurang optimal, waktu produksi yang lebih lama, dan kualitas tempe yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem inkubator tempe berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengendalikan suhu fermentasi secara otomatis. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor DHT11, relay, kipas DC, LCD, dan platform Arduino IoT Cloud. Metode penelitian meliputi perancangan sistem, implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta pengujian karakteristik sensor yang mencakup range, non-linearitas, sensitivitas, resolusi, akurasi, dan presisi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor DHT11 memiliki rentang pengukuran 31,3°C–55°C, tingkat akurasi rata-rata di atas 98%, serta nilai presisi antara 99,36% hingga 99,79%. Sistem yang dikembangkan mampu mengendalikan suhu ruang fermentasi secara otomatis berdasarkan nilai set point yang ditentukan serta memungkinkan monitoring secara real-time melalui Arduino IoT Cloud. Implementasi sistem juga berhasil mempercepat waktu fermentasi dari 36–47 jam pada metode konvensional menjadi sekitar 20 jam. Dengan demikian, sistem inkubator tempe berbasis IoT dapat meningkatkan efisiensi proses fermentasi, memudahkan monitoring, dan menjaga kestabilan kondisi fermentasi

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-09-28