PENERAPAN METODE WEIGHTED MOVING AVERAGE PERAMALAN PADA STRATEGI LINE UP VALORANT
Abstract
Kompetisi e-sports Valorant menuntut strategi penentuan line up yang matang untuk mengamankan kemenangan secara konsisten. Namun, pemain kerap menghadapi permasalahan karena performa statistik agent berfluktuasi secara dinamis akibat pergeseran meta game dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode peramalan Weighted Moving Average (WMA) guna merekomendasikan komposisi line up tim yang optimal pada map Ascent, Bind, dan Haven. Metode WMA digunakan untuk memproses 100 data pertandingan dengan memberikan bobot lebih besar pada data terbaru agar hasil prediksi lebih adaptif. Parameter yang dianalisis mencakup win rate, kills, deaths, dan assists. Hasil penelitian menunjukkan bahwa map Ascent memiliki rata-rata win rate tertinggi sebesar 60,19%, disusul Bind (60%), dan Haven (58,08%). Agent Viper (66,43%) dan Jett (66%) mencatat tren performa terbaik, sedangkan Clove (29,35%) menunjukkan performa terendah. Kesimpulannya, metode WMA efektif digunakan sebagai instrumen pendukung dalam perencanaan taktis tim Valorant
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









