PENERAPAN METODE ENTROPY-MOORA DALAM MENENTUKAN PRIORITAS PENGEMBANGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN DI JAWA TENGAH

Abstract

Pengembangan lahan pertanian pangan di Provinsi Jawa Tengah memerlukan penentuan prioritas wilayah sebagai dasar pengambilan keputusan. Perbedaan karakteristik setiap kabupaten/kota, seperti luas lahan, volume bendungan, jumlah bendungan, luas panen padi, dan jumlah petani, menyebabkan penentuan prioritas secara objektif menjadi suatu tantangan. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas pengembangan lahan pertanian pangan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Metode Entropy digunakan untuk menentukan bobot kriteria secara objektif berdasarkan variasi data, sedangkan metode MOORA digunakan untuk melakukan normalisasi dan perankingan alternatif berdasarkan bobot yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria luas lahan memiliki bobot terbesar sebesar 0,522, diikuti volume bendungan sebesar 0,307, sedangkan jumlah petani memiliki bobot terkecil sebesar 0,030. Berdasarkan hasil perankingan metode MOORA, Kabupaten Grobogan memperoleh nilai Yi tertinggi sebesar 0,181, diikuti Kabupaten Blora sebesar 0,158 dan Kabupaten Brebes sebesar 0,155, sehingga ketiga wilayah tersebut menjadi prioritas utama pengembangan lahan pertanian pangan di Provinsi Jawa Tengah

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-10-04