ANALISIS SENTIMEN MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN SISTEM KEUANGAN DARI UANG TUNAI KE NON-TUNAI/E-WALLET
Abstract
Transisi dari pembayaran tunai ke pembayaran elektronik di Indonesia berkembang pesat berkat digitalisasi dan dukungan pemerintah. Meskipun demikian, penelitian yang secara mendalam mengeksplorasi pandangan masyarakat mengenai perubahan ini masih jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pandangan publik mengenai penerapan dompet digital sebagai alternatif uang tunai di Indonesia dengan menggunakan teknik K-Means clustering. Data diperoleh melalui survei online dari 35 partisipan yang mencakup data demografis, pandangan terhadap sistem pembayaran non-tunai, serta jawaban terbuka. Proses analisis dilakukan dengan mengelompokkan partisipan menurut enam aspek persepsi menggunakan algoritma K-Means, kemudian hasil pengelompokan dijelaskan melalui umpan balik tertulis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal adalah 3 (k=3) dengan Silhouette Score sebesar 0,42, Davies-Bouldin Index sebesar 1,15, dan WCSS/Inertia sebesar 68,24. Distribusi responden terdiri dari Cluster 0 (Pengguna Non-Tunai Aktif) sebanyak 16 orang (45,70%), Cluster 1 (Pengguna Transisi) sebanyak 17 orang (48,60%), dan Cluster 2 (Masih Tunai) sebanyak 2 orang (5,70%). Aspek kemudahan, kepercayaan terhadap sistem, pengalaman dengan teknologi, dan berbagai hambatan operasional menjadi faktor penting dalam proses penerimaan. Pengelompokan dalam tiga cluster dianggap sebagai yang paling tepat untuk memahami segmentasi perilaku partisipan dengan jelas dan representatif. Hasil ini memberikan wawasan bagi penyedia layanan dan pihak regulator untuk merumuskan strategi komunikasi yang sesuai
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









