ANALISIS KOMPARATIF KEAMANAN PROTOKOL MQTT MENGGUNAKAN ENKRIPSI AES-256 DAN TRANSPORT LAYER SECURITY (TLS) BERBASIS SOFTWARE-DEFINED SIMULATION
Abstract
Perkembangan ekosistem Internet of Things (IoT) memicu peningkatan risiko keamanan pada jalur transmisi data, khususnya yang mengandalkan protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT). Sifat bawaan MQTT yang mengirimkan data tanpa enkripsi menyebabkan paket informasi rentan terhadap serangan penyadapan (packet sniffing). Penelitian ini menguji model pengamanan data IoT secara virtual menggunakan algoritma Advanced Encryption Standard (AES-256) mode Cipher Block Chaining (CBC) melalui pendekatan software-defined simulation di lingkungan Google Colab. Eksperimen dievaluasi secara komparatif melalui tiga skenario utama: tanpa enkripsi (no_enc), enkripsi level aplikasi (aes_only), serta enkripsi kombinasi jaringan (aes_tls). Hasil simulasi menunjukkan bahwa integrasi AES-256 CBC mampu melindungi data secara mutlak dari intersepsi pihak ketiga. Implementasi ini memicu konsekuensi teknis berupa peningkatan ukuran paket data (size overhead) sebesar 8,47% hingga 8,59% sebagai dampak dari mekanisme pembulatan blok padding. Namun, beban komputasi waktu eksekusi yang dibutuhkan sangat minimal, yakni berada pada rentang 0,012 ms hingga 0,016 ms, sehingga sangat layak diaplikasikan pada infrastruktur IoT
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









