Pengaruh Variasi Briket dan Kompor Berbentuk Nozzle Variasi Lubang Inline

  • Andico Dwi Prakoso Program Studi Teknik Mesin S1 Institut Teknologi Nasional Malang, Jawa Timur, Indonesia
  • Arif Kurniawan Program Studi Teknik Mesin S1 Institut Teknologi Nasional Malang, Jawa Timur, Indonesia

Abstract

Permasalahan energi global semakin mendesak seiring meningkatnya populasi dan konsumsi bahan bakar fosil, yang menyebabkan penipisan cadangan serta kenaikan harga. Biomassa, sebagai sumber energi terbarukan, menawarkan solusi alternatif. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi briket, jumlah blower, dan desain ruang bakar terhadap performa pembakaran dan efisiensi konversi energi. Briket dengan komposisi 70% kayu dan 30% tempurung kelapa memiliki nilai kalor tertinggi (6219,78 cal/g), daya api tertinggi (6,604 kW), dan menghasilkan energi listrik TEG terbaik (0,222 W) saat menggunakan dua kipas. Penggunaan kipas secara signifikan meningkatkan suplai oksigen, yang mempercepat kenaikan suhu, dan meningkatkan daya api serta laju konduksi. Pada pengujian laju konduksi, penggunaan dua kipas menghasilkan nilai tertinggi untuk panci (295,35 W) dan fin (157,85 W), menunjukkan peningkatan transfer panas dan efisiensi pemanasan. Waktu pendidihan air juga diperpendek, dengan waktu tercepat 1320 detik untuk briket dengan kandungan kayu yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi briket 70% kayu dan 30% tempurung kelapa dengan dua kipas memberikan performa optimal dalam pembakaran, efisiensi pemanasan, dan konversi energi. Temuan ini menegaskan potensi biomassa sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan. 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-03-30
Section
Articles