Analisis Pengaruh Variasi Suhu Catalytic Cracking terhadap Sifat Fisik Biodiesel Mikroemulsi
Abstract
Pertumbuhan kebutuhan energi dan dominasi bahan bakar fosil di Indonesia mendorong pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, seperti biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas biodiesel berbasis minyak kelapa melalui metode mikroemulsi dan proses catalytic cracking menggunakan katalis NiO-MgO/bentonit. Proses catalytic cracking dilakukan pada variasi temperatur 100– 200°C guna mengevaluasi pengaruhnya terhadap viskositas, densitas, flash point, nilai kalor, dan cetane number biodiesel. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan temperatur reaksi memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan viskositas dan peningkatan flash point, tanpa perubahan signifikan pada densitas. Penurunan viskositas terbesar terjadi pada suhu 175°C, sementara flash point tertinggi dicapai pada 200°C. Pengujian nilai kalor dan cetane number juga menunjukkan tren peningkatan kualitas bahan bakar dengan naiknya temperatur. Dengan demikian, kombinasi metode mikroemulsi dan catalytic cracking terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas biodiesel berbasis minyak kelapa, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang sesuai dengan SNI.
