Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme
<div><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/public/site/images/geraldpohan/LOGO_JMMME2_Shadow1.png" alt="" width="678" height="117"></div> <p style="font-size: 16px; text-align: justify; font-family: helvetica;"><a href="https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jmmme/index" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #a31515;">Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi (JMMME)</span></strong></a> merupakan jurnal mahasiswa yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa di bidang teknik mesin yang meliputi bidang material, manufaktur, dan konversi energi. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada <a href="https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jmmme/index" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="font-family: 'helvetica',sans-serif; color: #a31515;">Jurnal <span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #a31515;">JMMME</span></span></strong></a> merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.<br><strong><a href="http://u.lipi.go.id/1599479066" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #a31515;">e-ISSN : 2745-7672</span></a><br><a href="http://u.lipi.go.id/1599478694" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #a31515;">p-ISSN : 2745-7664</span></a><br></strong></p>Teknik Mesin S1 ITN Malangen-USJurnal Mesin Material Manufaktur dan EnergiPengaruh Elevasi Jalan Tambang terhadap Tractive Efffort dan Konsumsi BBM Truk 8×4 pada Pengangkutan Batu Bara di Kalimantan Selatan dan Timur
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16588
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi elevasi jalan tambang terhadap kebutuhan tractive effort dan konsumsi bahan bakar pada truk tambang tipe 8×4 dalam kegiatan pengangkutan batu bara di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan kombinasi perhitungan analitik dan data aktual dari sistem telematika kendaraan. Data yang dikumpulkan meliputi gradien tanjakan, RPM mesin, konsumsi bahan bakar, serta spesifikasi teknis kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi gradien jalan, maka semakin besar gaya tanjak (grade resistance) yang harus dilawan kendaraan, sehingga menyebabkan peningkatan tractive effort dan konsumsi bahan bakar. Pada gradien 15% gaya tanjak mencapai 72.754 N, sedangkan pada gradien 28% meningkat menjadi 132.234 N. Konsumsi bahan bakar truk juga lebih tinggi di wilayah Kalimantan Selatan yang memiliki kontur lebih ekstrem dibandingkan Kalimantan Timur. Temuan ini menegaskan pentingnya desain rute haul road yang efisien dan strategi operasional yang adaptif berdasarkan karakteristik medan.</p>Yogi Bagus UtomoEko Yohanes SetyawanAdhy Ariyanto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-30611610.47549/jmmme.v6i1.16588Perancangan Bangun Mesin Pengering Kemiri Menggunakan Solar Kolektor Tipe Flat Berbentuk V
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16515
<p>Kemiri merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri pangan, maupun kecantikan. Namun, proses pasca panen, khususnya pengeringan kemiri, masih dilakukan secara tradisional dengan waktu yang lama dan ketergantungan terhadap kondisi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja mesin pengering kemiri menggunakan solar kolektor tipe flat berbentuk V yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama. Alat ini dilengkapi dengan panel surya, kaca clear glass, pelat galvanis, serta kipas DC untuk mengatur sirkulasi panas dalam ruang pengering. Pengujian dilakukan dengan kapasitas 10 kg kemiri dan pemantauan terhadap kadar air serta suhu pengeringan. Hasil menunjukkan bahwa mesin ini mampu menurunkan kadar air kemiri hingga 5,3% dalam waktu 1–3 hari, lebih cepat dan efisien dibandingkan metode tradisional yang membutuhkan waktu 8–15 hari. Rata-rata suhu yang dihasilkan alat mencapai 46,63°C, menunjukkan efektivitas pemanfaatan energi surya. Dengan demikian, inovasi mesin ini mampu meningkatkan efisiensi pengeringan dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.</p>Ezequiel GuerreiroFebi Rahmadianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306171310.47549/jmmme.v6i1.16515Analisis Pengaruh RPM pada 600, 1000 dan 1490 Mesin Pemecah Batok Kelapa Sistem Tekanan Horizontal Dua Sisi
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16469
<p>Proses pemecahan batok kelapa manual memakan waktu dan tenaga besar. sehingga dikembangkan mesin pem ecah batok kelapa sistem tekanan horizontal dua sisi sebagal solusi Kajian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh variasi tingkat putaran (600, 1000, dan 1490 RPM) terhadap tiga aspek utáma yaitu konsumsi daya, intensitas gaya penekanan yang dihasilkan, dan tingkat efisiensi pada alat pemecah tempurung kelapa dengan mekanisme tekanan horizontal dua sisi. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan Keiapa tua dengan sudut mata pisau tetap 15°</p> <p>dan waktu 30 detik, kemudian data</p> <p>digunakan untuk menghitung gaya tekan dan daya yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan RPM berpengaruh terhadap daya dan gaya yang dihasilkan. Pada RPM 600 diperoleh daya 228,9 W dengan gaya tekan 324,97 N. pada RPM 1000 daya meningkat menjadi 399,9 W dengan gaya tekan 902,64 N, sedangkan pada RPM 1490 daya mencapal 515 W dengan gaya tekan 2004,02 N. Peningkatan RPM juga berbanding lurus dengan produktivitas yaitu jumlah kelapa yang terpecah naik dari 6 menjadi 12 buah dalam 30 detik.</p> <p>Hal ini menunjukkan semakin naik tingkatan RPM, maka semakin naik juga da ya dan gaya tekan yang dihasilkan serta kualitas pemecahan yang lebih baik.</p>Sadam AdehaArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061141910.47549/jmmme.v6i1.16469Perancangan Mesin Filter Press untuk Biodisel Minyak Kelapa
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16467
<p>Mesin <em>Filter press </em>adalah alat mekanis yang digunakan untuk memisahkan padatan dari cairan dalam suatu campuran (<em>Slurry</em>) dengan memanfaatkan tekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak kelapa tradisional dengan teknologi pemurnian sederhana berupa filtrasi dengan mempertimbangkan efisiensi, kapasitas, dan biaya operasional. Proses pemurnian minyak kelapa yang dilkukan dengan metode filtrasi menggunakan kain saring berhasil menurunkan kadar air minyak kelapa yang lebih bersih dan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau. Hasil yang didapatkan dari kinerja kerja mesin <em>Filter</em> adalah rata-rata efisiensi filtrasi sebesar 89%, yang menunjukkan bahwa mesin bekerja secara konsisten baik untuk volume kecil maupun sedang. Minyak bersih yang dihasilkan mencapai 1,74 liter untuk 2 liter dan 4,62 liter untuk 5 liter dengan waktu filtrasi masing-masing 1,10 dan 10 menit.Waktu filtrasi meningkat seiring volume, namun tidak terjadi penurunan drastis performa.</p>Petrus Marianus Budy LewotanEko Yohanes SetyawanAdhy Ariyanto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061202610.47549/jmmme.v6i1.16467Analisa Pengaruh Variasi Posisi Pemanas Heater Oven Powder Coating terhadap Kualitas Lapisan pada Baja ASTM A36
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16427
<p class="Abstract">Proses powder coating merupakan metode pelapisan logam yang efisien, estetik, serta juga ramah lingkungan, namun kualitas hasil sangat dipengaruhi oleh distribusi panas didalam oven. Temuan ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi posisi heater terhadap kualitas lapisan powder coating pada baja ASTM A36, khususnya dari segi ketebalan, kekerasan, serta juga keseragaman adhesi. Metode yang dipergunakan adalah eksperimental dengan variasi jarak heater 10 cm, 30 cm, serta juga 50 cm, suhu konstan 250°C, serta waktu pemanasan 15 menit. Pengujian meliputi pengamatan struktur makro, pengukuran ketebalan lapisan mempergunakan coating thickness gauge, serta juga uji kekerasan dengan durometer Shore A. Hasil menunjukkan bahwasanya jarak heater 30 cm menghasilkan distribusi panas paling optimal, ditandai oleh ketebalan lapisan stabil (42,67–63,00 μm) serta juga kekerasan seragam (98,00–98,33 HA). Jarak 10 cm meskipun menghasilkan ketebalan tinggi di beberapa titik, menunjukkan variasi ketebalan yang besar serta juga distribusi panas tidak merata. Sementara jarak 50 cm menyebabkan ketebalan menurun, permukaan kurang homogen, serta juga muncul cacat visual seperti orange peel. Temuan ini menegaskan pentingnya penempatan heater yang tepat untuk memastikan homogenitas termal, meningkatkan kualitas adhesi, serta efisiensi energi didalam proses powder coating baja ASTM A36.</p>Ramandika Galih Pratama DikaSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061273610.47549/jmmme.v6i1.16427Analisa Pengaruh Pembebanan dan RPM terhadap Kapasitas Pengangkutan Conveyor Portable Mesin Pengolah Sampah Plastik
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16378
<p>Permasalahan pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, masih menjadi tantangan serius di Indonesia karena kapasitas tempat pembuangan akhir yang terbatas dan tingginya volume limbah non-organik. Untuk mendukung proses daur ulang sampah, diperlukan sistem pengolahan yang efisien, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi conveyor sebagai alat bantu pengangkutan dalam mesin pencacah sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi pembebanan dan putaran motor (RPM) terhadap kapasitas pengangkutan conveyor portabel pada mesin pengolah sampah plastik. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung dengan variabel bebas berupa pembebanan (1 kg, 2 kg, dan 3 kg) serta RPM motor (150, 300, dan 450). Variabel terikatnya adalah kecepatan belt dan kapasitas pengangkutan. Uji coba dilakukan di Laboratorium Manufaktur Teknik Mesin ITN Malang dengan alat bantu tachometer dan stopwatch untuk mengukur waktu dan kecepatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan RPM menghasilkan peningkatan kecepatan belt conveyor, dari 0,19 m/s pada 150 RPM hingga 0,36 m/s pada 450 RPM. Demikian pula, kapasitas pengangkutan meningkat seiring bertambahnya beban dan RPM, dari 0,076 kg/s hingga 0,136 kg/s. Menunjukkan bahwa kapasitas pengangkutan tidak hanya dipengaruhi oleh kecepatan belt, tetapi juga oleh massa material yang diangkut. Efisiensi sistem conveyor meningkat secara linier terhadap penambahan RPM dan beban, sesuai prinsip mekanika dasar dan desain roller conveyor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa baik pembebanan maupun RPM berpengaruh signifikan terhadap kapasitas pengangkutan conveyor, sehingga parameter ini perlu dioptimalkan dalam pengembangan mesin pengolah sampah plastik berjenis portabel.</p>Ikhlas MabrurEko Yohanes Setyawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061374310.47549/jmmme.v6i1.16378Analisis Campuran Bahan Bakar Pertamina Dex dengan Biodiesel Minyak Kelapa terhadap Kinerja Mesin Diesel berdasarkan Efisiensi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16363
<p>Krisis energi dan dampak lingkungan dari bahan bakar fosil mendorong penggunaan biodiesel sebagai sumber energi alternatif. Studi ini mengevaluasi dampak pencampuran Pertamina Dex dengan biodiesel dari minyak kelapa pada kinerja mesin diesel. Uji coba dilaksanakan pada mesin diesel satu silinder Dongfeng R180 tanpa beban dengan tiga variasi campuran: B70, B80, dan B90. Parameter yang diobservasi mencakup pemakaian bahan bakar dan emisi CO, HC, CO₂, O₂, serta lambda (λ). Temuan penelitian menunjukkan bahwa B90 memiliki tingkat konsumsi bahan bakar terendah (11,32 ml/menit) dan emisi CO terendah (0,04%), serta nilai lambda tertinggi (0,73). Oleh karena itu, B90 adalah kombinasi yang paling efektif dan berwawasan lingkungan jika dibandingkan dengan variasi lainnya.</p>Arjuna Ghatfandito BrilianEko YohanesRosadila Febritasari
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061444710.47549/jmmme.v6i1.16363Desain dan Analisis Perancangan Mesin Oven Powder Coating untuk Meningkatkan Hasil Finishing
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16291
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis mesin oven powder coating <br>guna meningkatkan kualitas hasil Finishing dalam proses pelapisan serbuk pada produk <br>logam. Teknik powder coating yang digunakan di berbagai industri, seperti otomotif <br>dan furnitur, memberikan keunggulan dari segi estetika dan ketahanan produk. Namun, <br>untuk mendapatkan hasil optimal, diperlukan oven yang mampu mendistribusikan <br>panas secara merata dan mempertahankan suhu yang stabil selama proses curing. <br>Dalam penelitian ini, perangkat lunak SolidWorks digunakan untuk mendesain model <br>oven yang efisien dengan simulasi aliran udara dan distribusi panas. Selain itu, analisis <br>elemen hingga (Finite Element Analysis/FEM) diterapkan untuk memastikan kekuatan <br>struktur oven di bawah kondisi termal tinggi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa <br>desain oven ini berhasil meningkatkan efisiensi termal hingga 20%, mengurangi cacat <br>produk seperti retakan dan gelembung, serta meminimalkan konsumsi energi. Dengan <br>demikian, desain mesin oven powder coating ini mampu meningkatkan kualitas dan <br>konsistensi hasil Finishing serbuk pada produk logam. Penelitian ini diharapkan dapat <br>memberikan kontribusi bagi industri manufaktur dalam meningkatkan kualitas produk <br>dan efisiensi proses Finishing.</p>I Gusti Ngurah MadeArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061485310.47549/jmmme.v6i1.16291Analisis Tekanan Pada Filter Press Minyak Kelapa
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16221
<p><span class="s10">Rend</span><span class="s10">ahnya nilai tambah minyak kelapa di Indonesia disebabkan oleh keterbatasan proses pemurnian, terutama pada tahap filtrasi yang kurang optimal. </span><span class="s10">Penelitian ini menggunakan metode desain eksperimen untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan terhadap kinerja </span><span class="s10">proses filtrasi minyak kelapa menggunakan </span><span class="s27">filter press</span><span class="s10">. Tiga variasi tekanan yang diuji adalah 1 bar, 1,5 bar, dan 2 bar, dengan parameter peng</span><span class="s10">amatan </span><span class="s10">efisiensi </span><span class="s10">meliputi waktu filtrasi, laju filtrasi, dan volume minyak hasil filtrasi. Hasil pengujian menunj</span><span class="s10">ukkan bahwa peningkatan tekanan berbanding terbalik dengan waktu filtrasi, di mana tekanan lebih tinggi menghasilkan proses yang lebih cepat. L</span><span class="s10">aju filtrasi meningkat dari 1,29 L/menit pada 1 bar menjadi 2,50 L/menit pada 2 bar, sedangkan volume hasil filtr</span><span class="s10">asi juga bertambah seiring kenaikan tekanan. Efisiensi filtrasi tercatat </span><span class="s10">menurun</span><span class="s10"> sebesar </span><span class="s10">58,7</span><span class="s10">% hingga </span><span class="s10">48,3</span><span class="s10">% dari tekanan 1 bar ke 1,5 bar dan 2</span><span class="s10"> bar. Meskipun laju dan efisiensi tertinggi dicapai pada tekanan 2 bar, pertimbangan teknis dan ekonomi menunjukk</span><span class="s10">an bahwa tekanan 1,5 bar merupakan kondisi optimal, karena memberikan keseimbangan antara kecepatan filtrasi, kualitas minyak, dan keamanan sis</span><span class="s10">tem</span><span class="s10">.</span></p>Calvin Alexandra PaniSibut
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061545910.47549/jmmme.v6i1.16221Analisis Nilai Kalor Briket Debu Tembakau Menggunakan Perekat Fenol-Formaldehida
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16212
<p class="Abstract">Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah debu tembakau sebagai bahan baku dalam pembuatan briket biomassa dengan resin fenol-formaldehida sebagai perekat. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya ketergantungan terhadap energi fosil dan belum optimalnya pemanfaatan limbah debu tembakau yang jumlahnya melimpah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi konsentrasi resin (10%, 15%, dan 20%) dan waktu penekanan (5, 10, dan 15 menit). Hasil pengujian nilai kalor menunjukkan bahwa komposisi resin 15% dengan waktu penekanan 15 menit menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 4.920,902 kal/gr. Briket debu tembakau menunjukkan performa termal yang lebih tinggi dan memenuhi standar sebagai bahan bakar padat (>3.000 kal/gr). Penelitian ini menunjukkan bahwa briket dari debu tembakau berpotensi sebagai energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.</p>Rangga Andika PrasetyaFebi Rahmadianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061606310.47549/jmmme.v6i1.16212Pembuatan Prototype Mesin Pencacah Eceng Gondok Kapasitas 20 kg Menggunakan Mata Pisau Saw Blade
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16193
<p>Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali di perairan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin pencacah eceng gondok kapasitas 20 kg sebagai solusi untuk pengolahan tanaman tersebut. Mesin dirancang menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor untuk model 2D dan 3D, serta dianalisis menggunakan ANSYS Workbench untuk mengevaluasi kekuatan struktur rangka.Metode penelitian melibatkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, diawali dari studi literatur, perancangan komponen mesin dan perhitungan teknis, hingga uji kinerja prototipe. Komponen utama mesin terdiri dari motor listrik dengan daya 125 watt, mata pisau tipe saw blade berdiameter 230 mm, dan sistem transmisi pulley–v-belt. Rangka mesin menggunakan besi siku L 20×20 mm dengan dimensi 300×300×500 mm.Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu mencacah eceng gondok hingga kapasitas 20 kg/jam dengan hasil yang merata. Simulasi ANSYS menghasilkan tegangan maksimum 129,06 MPa, displacement 1,02 mm, dan faktor keamanan sebesar 1,93, menandakan bahwa struktur mesin aman dan layak digunakan. Mesin ini cocok untuk penggunaan skala rumah tangga ataupun industri kecil karena sangat hemat energi dan efisien, serta mudah dipindahkan.</p>Muhammad Alif Rifki MaulanaSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061646910.47549/jmmme.v6i1.16193Karakteristik Kain Filter Press Dengan Mesh 50, 100, 150 Mikron Menggunakan Tekanan 4 Bar Terhadap Efektivitas Penyaringan Minyak Kelapa
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16167
<p>Studi ini menganalisis pengaruh variasi ukuran jaring filter press (50, 100, dan 150 <br>mikron) terhadap efektivitas penyaringan minyak kelapa pada tekanan 4 bar. Uji coba <br>dilakukan menggunakan 2000 gr minyak kelapa mentah dengan waktu penyaringan 2 <br>menit per variasi. Parameter yang diukur meliputi efisiensi penyaringan, laju <br>penyaringan, dan tingkat kejernihan. Hasil menunjukkan bahwa mesh 50 mikron <br>memiliki efisiensi berat tertinggi (87%) dan laju filtrasi tercepat (870 gr/menit), tetapi <br>tingkat kejernihan rendah dengan hanya 260 gr padatan yang difiltrasi. Mesh 150 <br>mikron menghasilkan kejernihan terbaik dengan jugrah padatan yang disaring tertinggi <br>(440 gr), tetapi efisiensi berat terendah (78%) dan laju penyaringan terlambat (787,5 <br>gr/menit). Mesh 100 mikron menunjukkan karakteristik intermediet. Analisis <br>menunjukkan adanya trade-off antara kecepatan produksi dan kualitas filtrasi. Mesh <br>dengan pori-pori lebih kecil meningkatkan resistansi aliran, sehingga mengurangi laju <br>filtrasi tetapi meningkatkan kualitas pemisahan partikel. Disarankan untuk <br>menggunakan mesh 150 mikron jika prioritas pada kualitas dan kejernihan, sementara <br>mesh 50 mikron disarankan jika prioritas pada berat produksi tinggi.</p>Adam Leo WirtigoEko Yohanes SetyawanTito Arif Sutrisno
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061707610.47549/jmmme.v6i1.16167Analisis Laju Perpindahan Panas dan Efektivitas pada Kondensor Unit 2 PT XYZ Kabupaten Tabalong (Kalsel)
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16042
<p>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memerlukan sistem kondensasi yang efisien untuk menjaga kontinuitas dan efisiensi proses konversi energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju perpindahan panas dan efektivitas pada kondensor Unit 2 PLTU PT XYZ, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah Log Mean Temperature Difference (LMTD) dan Number of Transfer Unit (NTU) dengan menghitung overall heat transfer coefficient, bilangan Reynolds, dan bilangan Nusselt berdasarkan data aktual tanggal 1–2 Desember 2024. Hasil perhitungan menunjukkan laju perpindahan panas total sebesar 31.093.053,35 Watt, sedangkan nilai overall heat transfer coefficient (U) mencapai 1.553,66 W/m²·K. Efektivitas kondensor berdasarkan metode NTU sebesar 45,89%, yang menunjukkan bahwa kinerja kondensor belum optimal. Ditemukan bahwa semakin tinggi kevakuman di dalam kondensor, semakin mudah uap mengalir dan terkondensasi, sehingga meningkatkan efisiensi sistem. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi evaluasi kinerja sistem kondensasi di PLTU serta sebagai referensi dalam pengembangan strategi pemeliharaan, perbaikan desain, dan peningkatan efisiensi termal di masa mendatang.</p>Agatha Risky WidjajaArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061778310.47549/jmmme.v6i1.16042Perancangan Mesin Pengaduk Pakan Ternak dengan Sirp Model Cakar untuk Hasil Pengadukan Yang Merata
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16029
<p class="Abstract">Masalah utama dalam pencampuran pakan ternak adalah ketidakmerataan distribusi nutrisi akibat proses pengadukan yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk sirip model cakar terhadap efisiensi dan kualitas homogenitas campuran pada mesin mixer pakan ternak. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan pengujian waktu pencampuran selama 3, 4, dan 5 menit menggunakan bahan pakan berupa jagung, dedak, dan konsentrat. Proses perancangan dan pembuatan alat dilakukan dengan bantuan software SolidWorks, dan hasil pengujian diamati secara visual serta dianalisis berdasarkan tingkat keseragaman campuran setelah proses pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pencampuran optimal terjadi pada menit ke-3, di mana campuran menunjukkan hasil paling merata dan waktu proses yang efisien tanpa terjadi segregasi ulang bahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bentuk sirip model cakar efektif meningkatkan efisiensi pencampuran dan menghasilkan kualitas campuran pakan yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat.</p>Elba Shafazonta Goysesha HeriyantoFebi Rahmadianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061849010.47549/jmmme.v6i1.16029Pengaruh Presangrai Variasi Waktu Penyangraian terhadap Karakteristik Kacang Tanah Menggunakan Mesin Sangrai
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16018
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu penyangraian (20, 30, dan 60 menit) pada suhu 60°C terhadap kadar air dan karakteristik sensoris kacang tanah menggunakan mesin sangrai prototipe. Metode penelitian berupa eksperimen nyata (true experimental) dengan pengukuran kadar air dan uji sensoris oleh panelis tidak terlatih. Hasil menunjukkan bahwa kadar air menurun dari 5,54% (sebelum sangrai) menjadi 4,25% setelah 60 menit, dengan laju penurunan tertinggi terjadi pada 20 menit pertama (0,0385%/menit). Uji sensoris mengungkapkan bahwa waktu 60 menit menghasilkan skor tertinggi untuk aroma (4,2), rasa (4,0), tekstur (4,0), dan warna (4,0) pada skala 1-5, meskipun berpotensi meningkatkan risiko over-roasting. Kesimpulannya, waktu 60 menit pada suhu 60°C merupakan kondisi optimal untuk menghasilkan kacang sangrai dengan kadar air rendah dan penerimaan sensoris terbaik, meskipun perlu pertimbangan lebih lanjut terhadap dampak over-roasting.</p>Aby Rizky Firman DaniFebi Rahmadianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-3061919610.47549/jmmme.v6i1.16018Pengaruh Variasi Waktu dan Suhu Pemanggangan Preheating sebelum Proses Sangrai terhadap Karakteristik Kacang Tanah Menggunakan Mesin Sangrai
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16014
<p>Penelitian ini dapat mengetahui kualitas hasil dari suatu pengolahan kacang tanah dengan cara di sangrai. Kacang tanah merupakan komoditas pangan bergizi yang lazim dijadikan bahan dasar aneka kudapan di Indonesia. Salah satu teknik pengolahan yang banyak diterapkan adalah penyangraian, yaitu pemanasan bahan tanpa penambahan minyak atau air. Pada penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui pengaruh variasi waktu dan temperature terhadap karakteristik kacang tanah menggunakan mesin sangrai. Metode ini yaitu untuk melakukan pengamatan dalam mencari data sebab dan akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat menentukan waktu dan temperature yang optimal. Dari hasil penelitian Kacang tanah yang disangrai selama waktu 15 menit pada suhu 50°C menghasilkan karakteristik sensoris terbaik, termasuk tekstur yang renyah dan rasa yang kompleks. Proses ini tidak hanya meningkatkan kualitas sensoris, tetapi juga memperpanjang umur simpan produk dengan mencegah pertumbuhan jamur.</p>Rey Deriko Yashifa SuryonoFebi Rahmadianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-30619710210.47549/jmmme.v6i1.16014Analisis Pengaruh Variasi RPM pada Mesin Pemecah Batok Kelapa terhadap Daya dan Gaya
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16009
<p class="Abstract">Penelitian ini dilakukan untuk menilai bagaimana perubahan variasi putaran pada alat pemecah tempurung kelapa model bilateral dengan mekanisme penekanan horizontal terhadap daya dan gaya yang dihasilkan selama proses pemecahan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa banyaknya penggunaan metode manual dalam pemecahan batok kelapa yang memerlukan waktu dan tenaga besar serta menghasilkan pecahan yang tidak seragam. Dalam penelitian ini digunakan variasi RPM sebesar 800, 1000, dan 1200 dengan motor listrik 3 HP dan pengukuran meliputi daya listrik (Watt) dan gaya tekan (Newton) yang dihasilkan oleh mesin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana data diperoleh melalui pengujian langsung dengan menggunakan alat tachometer, amperemeter, serta pengukuran gaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan RPM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya dan gaya. RPM 1200 menghasilkan gaya dan daya tertinggi, namun dengan konsekuensi kemungkinan keausan komponen yang lebih cepat. Sebaliknya, RPM 800 menghasilkan daya dan gaya terendah namun memberikan efisiensi kerja yang cukup baik. Simpulan riset ini mengindikasikan bahwa terjadi korelasi positif antara kenaikan kecepatan rotasi dengan pertambahan performa mesin dalam hal daya dan gaya. Pemilihan RPM yang ideal perlu mempertimbangkan efisiensi kerja, kualitas hasil pecahan, serta umur pakai komponen mesin</p>Juan Diego ThiodorisFebi Rahmadianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306110310810.47549/jmmme.v6i1.16009Desain dan Uji Kinerja Mesin Mixer Pakan Ternak dengan Sirip Model Sabit
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/16002
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kinerja mesin mixer pakan ternak dengan sirip pengaduk model sabit. Desain ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pencampuran dan distribusi nutrisi pada bahan pakan ternak seperti jagung, dedak, dan konsentrat. Uji coba dilakukan dengan variasi waktu pencampuran (3, 4, dan 5 menit) menggunakan kapasitas muatan 6 kg pada kecepatan optimal 1000 rpm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pencampuran selama 4–5 menit memberikan hasil distribusi nutrisi yang lebih merata, dengan peningkatan berat konsentrat dan penurunan berat dedak secara signifikan. Selain itu, proses pencampuran menghasilkan kenaikan suhu di dalam tong penampungan akibat gesekan antar bahan dan dinding tong, yang memicu penguapan kadar air pada dedak dan biji jagung. Penguapan ini berdampak pada berat bahan yang terukur dan distribusi nutrisi pada hasil akhir. Desain sirip sabit terbukti efektif dalam mempercepat proses pencampuran, menjaga integritas fisik bahan pakan, serta memberikan efisiensi energi yang baik. Mesin ini cocok digunakan oleh peternak skala kecil hingga menengah.</p>Titus Cavalera Anandi PrasetyoFebi Rahmadianto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306110911510.47549/jmmme.v6i1.16002Analisa Pengaruh Variasi Temperatur Mesin Oven Powder Coating Terhadap Kualitas Lapisan Pada Baja ASTM 36
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15998
<p>Korosi memberikan dampak negatif yang signifikan bagi dunia industri, terutama dari segi ekonomi, karena memerlukan alokasi dana untuk inspeksi dan perawatan berkala pada konstruksi. Proses powder coating pada baja ASTM 36 bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan estetika material, dengan memperhatikan sensitivitas terhadap temperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana variasi temperatur pemanasan mempengaruhi struktur makro, ketebalan, dan kekerasan lapisan. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, persiapan alat dan bahan, pembuatan spesimen dengan variasi temperatur 100°C, 150°C, dan 200°C selama 10 menit, serta pengujian ketebalan dan kekerasan lapisan. Data yang diperoleh dianalisis untuk menemukan hubungan antara temperatur dan kualitas lapisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur berpengaruh signifikan terhadap kualitas lapisan. Ketebalan lapisan tertinggi tercatat pada temperatur 100°C dengan rata-rata 86,6 µm, sedangkan pada 150°C dan 200°C masing-masing turun menjadi 76,6 µm dan 63,6 µm. Pada sisi lain, kekerasan lapisan meningkat seiring dengan kenaikan temperatur, mencapai 98,6 HA pada 200°C. Kesimpulannya, pengendalian temperatur dalam proses powder coating sangat penting untuk mencapai kualitas lapisan yang optimal. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi industri dalam meningkatkan kualitas produk melalui aplikasi teknik powder coating yang tepat.</p>Vicky Dwi SaputraSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306111612810.47549/jmmme.v6i1.15998Analisis Pengaruh Komposisi Plastik HDPE Dengan Penguat ASP Pada Mesin Injection Molding Semi Otomatis Terhadap Uji Impact Dan Struktur Makro
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15986
<p>Limbah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang sangat memprihatinkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimen fokus penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi HDPE murni dan daur ulang dengan penguat abu sekam padi 5%,7,5%,10% terhadap kekuatan <em>impact</em> dan struktur makro, dengan menggunakan proses <em>injection molding</em> semiotomatis. Proses pencetakan dilakukan menggunakan mesin <em>injection molding</em> semiotomatis, diikuti dengan pengujian kekuatan <em>impact</em> menggunakan metode <em>Charpy</em> sesuai standar ISO 179-1 dan pengamatan struktur makro dengan mikroskop digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai <em>impact</em> tertinggi sebesar 0,108 J/mm² diperoleh pada komposisi 100% HDPE murni + 0% ASP dan 0,0933 J/mm² diperoleh pada komposisi 90% HDPE daur ulang + 10% ASP, sementara nilai terendah sebesar 0,0818 J/mm² terjadi pada 100% HDPE daur ulang + 0% ASP. Struktur makro menunjukkan bahwa spesimen dengan nilai <em>impact</em> tinggi permukaan patahan yang getas dan porositas merata, sedangkan spesimen dengan nilai rendah menunjukkan patahan getas dan porositas tidak teratur. Komposisi paling ideal adalah 90% HDPE daur ulang + 10% ASP yang memberikan keseimbangan antara kekuatan mekanik dan struktur visual, serta mendukung upaya pengolahan material yang berkelanjutan.</p>Komang Bramastya AnandhitaI Komang Astana Widi
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306112913510.47549/jmmme.v6i1.15986Analisis Kinerja Mesin Pemanen Sorgum pada Variasi Kecepatan Pisau dan Kondisi Lahan
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15973
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiringan lahan terhadap kinerja mesin pemanen sorgum dari aspek kecepatan kerja dan kapasitas lapang. Uji kinerja dilakukan pada tiga tingkat kemiringan lahan, yaitu 17°, 12°, dan 6°, masing-masing berukuran 25 m² dengan kecepatan putaran pisau 1900 RPM. Parameter pengamatan yaitu kemiringan lahan terhadap performa kecepatan kerja mesin dan kapasitas lapang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemiringan lahan berpengaruh terhadap kecepatan kerja dan kapasitas lapang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin rendah kemiringan lahan, semakin tinggi kapasitas lapang dan kecepatan kerja yang dicapai oleh mesin. Pada kemiringan 17°, kapasitas lapang tercatat sebesar 447,76 m²/jam dengan kecepatan kerja 0,45 km/jam. Pada kemiringan 12°, kapasitas lapang menurun menjadi 428,57 m²/jam dengan kecepatan kerja 0,43 km/jam. Sedangkan pada kemiringan 6°, kapasitas lapang meningkat signifikan menjadi 625,00 m²/jam dan kecepatan kerja mencapai 0,64 km/jam. Penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan mesin pemanen pada kemiringan lahan yang lebih datar memberikan hasil kerja mesin yang lebih optimal.</p>Yozabad Wangsa JuwonoArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306113614610.47549/jmmme.v6i1.15973Uji Kinerja Mesin Pelletizer untuk Produksi Biopelet Berbasis Limbah Sorgum di Pabrik Mini Pengolahan Sorgum Kelompok Tani Margo Santoso Demak
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15972
<p>Uji kinerja mesin peletizer dalam memproduksi biopelet berbasis limbah sorgum dilakukan di Pabrik Mini Pengolahan Sorgum milik Kelompok Tani Margo Santoso, Demak. Fokus utama kegiatan ini adalah mengatasi kendala dalam memilih mesin peletizer yang mampu menghasilkan pelet berkualitas tinggi secara konsisten. Sorgum sebagai tanaman serealia memiliki potensi besar sebagai sumber biomassa alternatif. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan putaran mesin (RPM) yaitu 1300, 1400, dan 1500, serta kadar air bahan baku 15% dan 20%. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi mesin meningkat seiring dengan bertambahnya RPM, di mana efisiensi tertinggi tercatat 99% pada 1500 RPM. Rata-rata efisiensi dari seluruh skenario pengujian adalah 91%. Kapasitas cetak juga meningkat dari 9 kg pada 1300 RPM menjadi 10 kg pada 1500 RPM. Peningkatan RPM turut memengaruhi kebisingan mesin, dari 90 dB menjadi 93 dB, serta konsumsi bahan bakar dari 4,50 liter/jam menjadi 6,90 liter/jam. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi parameter operasional dan karakteristik bahan baku sangat menentukan performa mesin serta kualitas akhir biopelet yang dihasilkan.</p>Muchammad Asrofil UmamSibut
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306114715610.47549/jmmme.v6i1.15972Simulasi Kekuatan Bahan Rangka Kursi Roda untuk Pasien Obesitas 130 kg Menggunakan Software Ansys Workbench
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15967
<p>Kursi roda merupakan alat bantu mobilitas yang sangat penting bagi individu dengan keterbatasan fisik, termasuk pasien obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan uji kekuatan kerangka kursi roda berbahan stainless steel dengan menggunakan software ANSYS Workbench, guna menentukan performa struktur terhadap beban statis maksimum 130 kg. Desain kerangka dibuat menggunakan Solidworks 2018, kemudian dilakukan simulasi elemen hingga terhadap tiga jenis material: stainless steel 201, 316, dan 316 annealed. Parameter yang dianalisis meliputi distribusi tegangan, regangan, deformasi total, dan faktor keamanan (Factor of Safety). Hasil simulasi menunjukkan bahwa material stainless steel 201 menghasilkan tegangan maksimum sebesar 281,21 MPa dengan deformasi maksimum 1,422 mm dan faktor keamanan minimum 0,73611. Material stainless steel 316 dan 316 annealed menunjukkan hasil serupa dengan nilai tegangan maksimum sedikit lebih tinggi namun tetap berada dalam kisaran aman. Namun, nilai safety factor keseluruhan dari ketiga material menunjukkan bahwa kerangka belum sepenuhnya aman untuk menahan beban 130 kg dalam jangka panjang. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penguatan desain pada bagian seat dan mempertimbangkan penggunaan pipa dengan dimensi yang lebih besar agar mencapai standar keamanan yang lebih baik.</p>Daniel Fernanda PutraSibut
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306115716710.47549/jmmme.v6i1.15967Pembuatan Prototype Mesin Pencacah Biji Jagung untuk Pakan Ternak Kapasitas 20 Kg Menggunakan Mata Pisau Tipe Double U
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15942
<p>Peningkatan kebutuhan pakan ternak mendorong inovasi teknologi dalam pemrosesan bahan baku seperti biji jagung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun <em>prototype</em> mesin pencacah biji jagung kapasitas 20 kg menggunakan mata pisau tipe <em>double</em> U, yang mampu mencacah biji jagung kering menjadi ukuran lebih kecil dan seragam. Metode yang digunakan meliputi perancangan komponen menggunakan <em>Autodesk Inventor</em> serta analisis kekuatan rangka menggunakan ANSYS Workbench. Mesin ini terdiri dari beberapa komponen utama yaitu motor listrik, sistem transmisi sabuk dan pulley, poros, rangka, wadah penampung, dan mata pisau pencacah. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rangka memiliki tegangan Von Mises sebesar 129,06 MPa, deformasi sebesar 0,064 mm, dan faktor keamanan sebesar 1,9371, menandakan bahwa struktur mesin berada dalam kondisi aman. Pengujian fungsional menunjukkan mesin mampu mencacah biji jagung secara efisien dengan hasil seragam, sehingga dapat digunakan oleh petani kecil sebagai solusi praktis dan ekonomis dalam pengolahan pakan ternak. Mesin ini diharapkan dapat mendukung produktivitas sektor peternakan melalui efisiensi waktu, tenaga, dan biaya operasional.</p>Muhammad Haekal AlbathinoSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306116817410.47549/jmmme.v6i1.15942Optimasi Water Jet Berbasis Plunger Pump Menggunakan Metode Partical Swarm Optimization (PSO) pada Studi Kasus PT. X
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15965
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikan parameter proses pada mesin water jet berbasis plunger pump dalam aplikasi pemotongan kata di PT.X. Focus utama menurunkan nilai kekasaran permukaan (Ra, Rz, Rq, Rt) hasil potongan memanfaatkan algoritma particle swarm optimitation (PSO). Variabel bebas yang diuji meliputi tekanan air (800 bar, 1200bar, 1500 bar) dan kecepatan (100 mm/min, 200 mm/min, 300 mm/min) dengan suhu pengujian dijaga konstan pada 14°C dan ketebalan kaca 5 mm. pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi parameter terhadap nilai kekasaran permukaan, kemudian hasil data optimasi menggunakan python melalui platform google colab dengan pendekatan interpolasi dan pembobotan skor kekasaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa parameter optimal berada di tekanan ± 1230 bar, dan kecepatan ±105 mm/min, yang menghasilkan nilai kekasaran minimum. Visualisasi partikel dalam algoritma PSO dan grafik kontur menunjukan konsistensi antara prediksi dan hasil pengamatan, membuktikan bahwa metode PSO efektif dalam menemukan parameter optimal. Dengan penerapan metode ini pemotongan kaca menjadi lebih efisiensi dan kualitas hasil potong meningkat secara signifikan.</p>Slamet Rio HanggoroDjoko Hari PraswantoGerald Adityo Pohan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306117518410.47549/jmmme.v6i1.15965Perancangan Bangun Mesin Pengering Kemiri Menggunakan Solar Kolektor Tipe Flat Berbentuk Gerigi
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/17521
<p class="Abstract"><span lang="EN-ID">Kemiri adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber minyak, rempah-rempah, bumbu masak, dan kemiri juga memiliki manfaat sebagai bahan baku produk kecantikan, seperti menyuburkan rambut, mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti buang air besar yang berdarah, diare, disentri, sakit perut, sembelit, demam, sariawan, dan sakit gigi. Masalah yang dihadapi dalam memproduksi biji kemiri berkualitas adalah rata- rata waktu yang dibutuhkan petani kemiri secara tradisional yaitu 1-7 hari jika cuaca cerah, untuk menghasilkan pengeringan yang layak untuk dipecahkan dari cangkangnya agar biji murni kemiri tetap utuh. Cuaca yang kurang baik dapat meningkatkan kelembapan pada biji kemiri tersebut. Pada penelitian ini pengaruh tidak adanya matahari apakah bisa menurunkan kelembapan dengan bantuan kipas yang mengeluarkan panas. Tiga percobaan memiliki hasil yang berbeda pada percobaan pertama tanpa kipas tetapi adanya matahari sangat bagus untuk menurunkan kelembapan dan menghasilakan 50% di banding dengan percobaan 2&3 yang memiliki peningkatan kelembapan mencapai 57% dan 51%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pada 3 percobaan memiliki ketergantungan pada sinar matahari walaupum adanya kipas yang menghasilkan panas untuk membantu proses pengering tetapi tidak efektif</span></p>Veriz DerbyanArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306118519010.47549/jmmme.v6i1.17521Analisa Pengaruh Temperatur dan Limbah HDPE Abu Sekam Padi pada Mesin Injection Molding Semi Otomatis terhadap Uji Impak dan Makro
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15962
<p>Limbah plastik menjadi isu lingkungan yang serius. <em>High Density Polyethelene </em>(HDPE) dihasilkan melalui polimerisasi etilena bertekanan rendah dengan kristalinitas tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen nyata (t<em>rue experimental research</em>) untuk menganalisis variasi temperatur pada mesin injeksi molding semi otomatis. Hasil uji impak menunjukkan bahwa plastic temperatur 150° HDPE Murni sebesar 0,113 J/mm<sup>2</sup>, temperatur 225° HDPE Murni sebesar 0,122J/mm<sup>2, </sup>temperatur 300°HDPE Murni sebesar 0,109J/mm<sup>2</sup>, temperatur 150° <em>recyle</em> sebesar 0,090 J/mm<sup>2</sup>, temperatur 225° <em>recyle</em> sebesar 0,091J/mm<sup>2</sup>, temperatur 300° <em>recyle</em> sebesar 0,099 J/mm<sup>2</sup>, temperatur 150° HDPE 92,5%:7,5% ASP sebesar 0,113J/mm<sup>2</sup>, temperatur 225° HDPE 92,5%:7,5% ASP sebesar 0,122J/mm<sup>2</sup>, temperatur 300° HDPE 92,5%:7,5% ASP 0,109 J/mm<sup>2</sup>, temperatur 150° recycle 92,5%:7,5% ASP sebesar 0,089J/mm<sup>2</sup><sup>, </sup>temperatur 225° <em>recycle</em> 92,5%:7,5% ASP sebesar 0,099J/mm<sup>2</sup>, temperatur 300° <em>recycle</em> 92,5%:7,5% ASP sebesar 0,100 J/mm<sup>2</sup>. Pada struktur makro, peningkatan temperatur pada HDPE murni menyebabkan jumlah void meningkat. Sebaliknya, pada HDPE daur ulang, kenaikan temperatur justru menurunkan jumlah void. Sementara itu, pada komposit HDPE dan komposit daur ulang, semakin tinggi temperatur mengakibatkan jumlah void sama-sama meningkat.</p>Dimas Nur FahriI Komang Astana widi
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306119119810.47549/jmmme.v6i1.15962Redesain dan Analisis Stres terhadap Rangka Mesin Belt Conveyor di CV Santoso Jaya Tembakau Menggunakan Software Autodesk Inventor
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15964
<p class="Abstract"><span lang="EN-ID">Mesin <em>belt conveyor</em> merupakan alat penting dalam sistem produksi industri yang digunakan untuk memindahkan material secara efisien. Namun, permasalahan seperti <em>deformasi</em> pada rangka dapat mengurangi kinerja dan ketahanan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan <em>redesain</em> dan <em>analisis</em> kekuatan rangka mesin <em>belt conveyor</em> di CV. Santoso Jaya Tembakau dengan menggunakan perangkat lunak <em>Autodesk Inventor</em> 2025. Proses dimulai dengan pengambilan data dimensi dan speksifikasi material di lapangan, dilanjutkan dengan pembuatan model 3D rangka sebelum dan sesudah modifikasi. Simulasi dilakukan terhadap tiga jenis material, yaitu baja karbon, aluminium 6061, dan stainless steel untuk mengetahui respon tegangan (<em>Von Mises</em>), <em>deformasi</em> (<em>displacement</em>), dan faktor keamanan (<em>safety factor</em>) masing-masing desain. Hasil menunjukkan bahawa modifikasi bentuk rangka dengan penambahan tekukan memberikan peningkatan kekuatan dan penurunan <em>deformasi signifikan</em> dibandingkan desain awal. Selain, itu, pemilihan material juga berpengaruh besar terhadap peningkatan desain rangka <em>conveyor</em> yang lebih kuat dan andal, serta dapat dijadikan acuaan dalam pengembangan peralatan produksi di industri tembakau.</span></p>Muhammad Rizky PranadaEko Yohanes SetyawanBagus Setyo Widodo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306119920910.47549/jmmme.v6i1.15964Pengaruh Variasi Ukuran Benang terhadap Kekuatan Tarik pada Perajutan Karung Plastik
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15963
<p class="Abstract"><span lang="EN-ID">Kualitas produk karung plastik dapat ditinjau dari kerapatan anyaman, dimensi, berat per meter karung, kekuatan tarik serta elongasinya. Prosedur penelitian ini mengacu pada proses dasar produksi karung plastik pada umumnya kemudian dilakukan pengujian <em>tensile test</em> untuk mengetahui seberapa besar nilai kekuatan tariknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh anyaman dan denier benang terhadap hasil pada proses perajutan karung plastik yang diketahui melalui proses uji tarik dengan SNI 08-0365-1989. Variasi anyaman yang digunakan adalah 10 x 10, 11 x 11, dan 12 x 12, dengan denier benang 600, 700, dan 800. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi anyaman 12 x 12 dan denier benang 800 menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi yaitu sebesar 55.83 N/mm². Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa variasi anyaman 12 x12 dan denier benang 800 merupakan kombinasi terkuat dalam kekuatan tarik karung plastik. Faktor yang berpengaruh terhadap kekuatan Tarik karung plastik adalah anyaman dan denier benang, dikarenakan kerapatan anyaman dan ketebalan benang yang berbeda.</span></p>Muhammad Ringgi RamadhaniEko Yohanes SetyawanRosadila Febritasari
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306121021410.47549/jmmme.v6i1.15963Analisa Perancangan Rangka Penyangga Mesin Injeksi Molding Plastik Vertikal Pneumatik dengan Pendekatan Metode Elemen Hingga
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15924
<p>Analisis perancangan rangka penyangga mesin injeksi molding plastik vertikal pneumatik dengan menggunakan pendekatan Metode Elemen Hingga (<em>Finite Element Method/FEM</em>). Studi dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor 2025 untuk desain 3D dan ANSYS 2020 R2 untuk analisis struktur statik. Variasi diameter rangka penyangga diuji mulai dari asdrat 6 hingga 10 mm dan pipa poros 23 hingga 27 mm dengan beban statis aktual sebesar 662 N. Parameter yang dianalisis meliputi distribusi tegangan <em>von mises stress</em>, <em>deformation</em>, dan <em>safety factor</em> menggunakan material <em>structural steel</em> dengan <em>yield strength</em> 250 MPa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua variasi diameter mampu menahan beban dengan tegangan di bawah batas luluh material dan deformasi kurang dari 1 mm. Diameter penyangga 8 mm dan pipa poros 25 mm terbukti paling optimal, mengkombinasikan kekuatan, efisiensi material, dan faktor keamanan dengan nilai <em>safety factor</em> minimum sebesar 4,5 yang masih dalam batas aman. Pemilihan diameter ini juga dapat mengurangi bobot rangka hingga 15% dibandingkan diameter yang lebih besar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan desain rangka mesin injeksi molding yang aman, efisien, dan ekonomis.</p>Diki Bagus PamungkasI Komang Astana Widi
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306121522110.47549/jmmme.v6i1.15924 Analisa Sifat Fisik Biodisel Minyak Limbah Kelapa Menggunakan Katalis Zeolit.
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/17700
<p>Zeolit merupakan mineral kristalin alumina silika dengan struktur tiga dimensi,<br>tersusun atas unit tetrahedral alumina dan silika yang membentuk rongga.<br>Rongga tersebut umumnya mengandung ion logam, khususnya alkali atau alkali<br>tanah, serta molekul udara yang dapat bergerak bebas. Penelitian ini dilakukan<br>untuk menganalisis sifat fisik biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah<br>kelapa menggunakan katalis zeolit, sekaligus menilai kesesuaiannya dengan<br>standar mutu biodiesel nasional (SNI). Pengujian viskositas dilakukan pada<br>suhu 40°C dengan variasi massa zeolit sebagai katalis. Berdasarkan ketentuan<br>KEP.148.K/10/DJE/2024, viskositas biodiesel yang diperbolehkan berada pada<br>rentang 2,3–6,0 cSt. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa hanya sampel<br>dengan penambahan 10 gram zeolit (2,67 cSt) yang memenuhi standar,<br>sementara variasi lainnya menunjukkan nilai di bawah batas minimum.<br>Sedangkan hasil uji densitas biodiesel berada pada kisaran 873–890 kg/m³,<br>dengan nilai tertinggi pada penambahan</p>Andre Gerfino KanaSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306122223110.47549/jmmme.v6i1.17700Sintesis Nanopartikel SiO₂ Dicampurkan HCl Menggunakan Metode Sol-Gel dengan Variasi Furnace
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/17182
<p>Silika atau SiO2 adalah salah satu material yang menjadi perhatian para peneliti. Selain itu juga merupakan material yang banyak disintesis menjadi berukuran nano. Hal ini dikarenakan nanopartikel SiO2 amorf, memiliki sifat optik yang sangat penting untuk aplikasi. Sintesis silika gel mengunakan metode Sol-Gel merupakan suatu proses sintesis yang cukup sederhana dan dilakukan pada temperatur rendah. Dengan metode Sol-Gel didapatkan hasil sintesis silika gel yang memiliki kemurnian yang tinggi dibandingkan dengan metode-metode lainnya (Budiharti et al., 2015). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik nanopartikel sintesis SiO2 menggunakan metode Sol-Gel dengan pengaruh perbedaan variasi waktu kalsinasi yang menghasilkan struktur nanopartikel dengan menggunakan pengujian FTIR dan SEM. Hasil dengan pengujian SEM menunjukkan bahwa semakin lama waktu kalsinasi dapat mempengaruhi butir nanopartikel. Sedangkan pengujian SiO2 menggunakan FTIR menunjukan hasil pada peak 3228.84 – 2845 vibrasi ulur Si-OH, 1614.42 vibrasi tekuk C=C, 1180.44 – 810.1 vibrasi ulur C-O, 516.92 vibrasi tekuk Si-CH.</p>Asfiyani NingsihGerald Adityo Pohan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306123223910.47549/jmmme.v6i1.17182Perancangan Alat Loading–Unloading untuk Proses Drill, Tap, dan Chamfer pada Shoe Lining Brake Menggunakan Aplikasi SolidWorks
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15961
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem otomasi loading dan unloading pada mesin drill, tap, dan chamfer menggunakan conveyor roller berbasis desain SolidWorks dan simulasi struktur menggunakan ANSYS Workbench. Permasalahan utama yang diangkat adalah tingginya ketergantungan terhadap operator manual yang menyebabkan waktu produksi tidak efisien dan risiko kecelakaan kerja. Dengan menerapkan sistem conveyor otomatis berbasis sensor dan kontrol pneumatik, proses pemindahan benda kerja dapat berlangsung lebih cepat, presisi, dan aman. Analisis kekuatan struktur dilakukan terhadap desain rangka dan meja kerja dengan material Mild Steel (ASTM A36). Hasil simulasi menunjukkan bahwa material Mild Steel menghasilkan tegangan von Mises dan deformasi yang lebih rendah serta faktor keamanan yang lebih tinggi. Dengan demikian, sistem loading- unloading otomatis ini dinyatakan layak untuk diterapkan di lingkungan industri.</p>Galang Wahyu RisvandiSibut
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306124024410.47549/jmmme.v6i1.15961Analisis Homogenitas dari Pengujian Batang Sorgum dan Bahan Sekam Padi serta Serbuk Kayu dengan Variasi RPM dan Diameter Persentil pada Mesin Mixer Tipe Horizontal
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15944
<p>Penelitian ini dirancang untuk menganalisis homogenitas dari hasil campuran cacahan batang sorgum, serbuk kayu dan sekam padi yang menggunakan mesin mixer jenis horizontal dengan variasi kecepatan putar (<em>RPM</em>) dan diameter persentil partikel (D10, D50, D90). Formula yang digunakan dalam produksi biopelet yaitu cacahan batang sorgum dan sekam dan cacahan batang sorgum dengan serbuk kayu untuk komposisi yang digunakan pengujian yaitu 6 : 6 kg dan total keseluruhan 12 kg, serta menggunakan particle size analyzer <em>(PSA)</em> sebagai alat ukur distribusi partikel campuran. Hasil dari penelitian menggunakan variasi <em>RPM </em>dan waktu pencampuran sangat mempengaruhi tingkat homogenitas campuran, yang bisa dilihat dari nilai diameter persentil. Penggunaan mesin mixer jenis horizontal terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keseragaman campuran bahan baku biopelet berbasis limbah sorgum, sehingga dapat mendukung efisiensi dan produktivitas industri bioenergi</p>Rangga Juniar Kusuma WardanaSibut
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306124525510.47549/jmmme.v6i1.15944Analisis Pengaruh Variasi Pressure terhadap Kualitas Botol Infus pada Mesin Blow Molding
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15916
<p class="Abstract"><span lang="EN-ID">Proses <em>blow molding</em> adalah metode pembentukan plastik yang umum digunakan dalam industri kemasan, termasuk pembuatan botol infus. Material yang sering digunakan adalah <em>Polyethylene Terephthalate (PET)</em> karena kejernihan, kekuatan mekanik, serta ketahanannya terhadap kelembapan dan tekanan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi tekanan udara dalam proses <em>blow molding</em> terhadap kualitas botol infus, khususnya ketebalan dinding dan kestabilan bentuk. Tekanan divariasikan, sementara parameter lain dijaga tetap. Pengujian dilakukan pada beberapa titik botol untuk mengevaluasi distribusi ketebalan dan orientasi molekul <em>PET</em> yang memengaruhi sifat mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan hingga titik optimal menghasilkan ketebalan dinding yang lebih merata dan kekuatan struktural yang lebih baik. Namun, tekanan berlebih dapat menyebabkan deformasi akibat regangan yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, tekanan merupakan parameter krusial yang perlu dioptimalkan agar botol infus memenuhi standar kekuatan dan kestabilan.</span></p>Dio Andirio MahendraArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306125626110.47549/jmmme.v6i1.15916Analisis Distribusi Beban pada Truk T-Way 8x4 dengan Gradien 1% sampai dengan 30%
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15915
<p>Indonesia merupakan salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia, di mana sektor pertambangan memegang peran penting dalam perekonomian nasional. <em>Dump truck</em> seperti t-way 8x4 digunakan untuk mengangkut material tambang seperti batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi beban dan kestabilan kendaraan pada medan pertambangan dengan variasi gradien kemiringan antara 1% hingga 30%. Metode kuantitatif digunakan berdasarkan spesifikasi teknis dan observasi lapangan dari PT Chakra Jawara. Analisis meliputi perhitungan titik pusat massa (<em>Center of Gravity</em>), distribusi beban antara gandar depan dan belakang, serta evaluasi kestabilan kendaraan pada kondisi jalan datar, menanjak, dan menurun. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan gradien berpengaruh signifikan terhadap pergeseran beban dan kestabilan kendaraan. Penelitian ini menyarankan batas maksimum gradien dan muatan untuk operasi yang aman.</p>Syaiful HadiSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306126226910.47549/jmmme.v6i1.15915Analisis Performa Kompor Briket dengan Tiga Variasi Jenis Tahanan Thermal
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15911
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam performa kompor<br>briket dengan menggunakan tiga variasi material tahanan termal, yaitu Mineral<br>Wool Insulation, Ceramic Fiber Blanket, dan Polyurethane Insulation Material.<br>Pengujian dilakukan melalui metode Water Boiling Test (WBT) untuk mengukur<br>parameter kinerja yang meliputi efisiensi termal, radiasi panas, nilai tahanan termal,<br>serta waktu pendidihan air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi material<br>isolator memberikan pengaruh signifikan terhadap performa kompor. Mineral Wool<br>Insulation memperoleh hasil terbaik dengan efisiensi termal tertinggi sebesar<br>28,01%, waktu pendidihan air tercepat 9,33 menit, serta radiasi panas tertinggi<br>sebesar 1070,248 Watt, yang mengindikasikan kemampuannya dalam<br>mempertahankan dan memanfaatkan panas secara optimal. Sebaliknya,<br>Polyurethane menunjukkan performa terendah dengan efisiensi hanya 26,04%,<br>sehingga kurang efektif dalam penghematan energi. Temuan ini menegaskan bahwa<br>pemilihan material isolator berperan penting dalam peningkatan efektivitas energi<br>dan kenyamanan penggunaan. Penerapan material isolator yang tepat pada kompor<br>briket berpotensi mendukung ketersediaan energi alternatif yang efisien, ramah<br>lingkungan, dan dapat menjadi solusi strategis di tengah kelangkaan LPG.</p>Saifuddin AkbarArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306127028110.47549/jmmme.v6i1.15911Pengaruh Oil Cooler terhadap Suhu Mesin dan Performa Mesin pada Sepeda Motor CB 200 cc
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15879
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan oil cooler terhadap suhu dan performa mesin pada sepeda motor CB 200cc. Suhu mesin yang tinggi akibat pembakaran dapat menurunkan kualitas pelumasan oli, mempercepat keausan komponen, dan menurunkan performa. Untuk itu, oil cooler digunakan sebagai sistem pendinginan tambahan guna menjaga kestabilan suhu oli dan efisiensi termal mesin. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian dua kondisi, yaitu tanpa dan dengan oil cooler, menggunakan dynotest dan termometer digital pada RPM 4000–9000 selama 15, 30, dan 45 menit. Hasil menunjukkan bahwa oil cooler mampu menurunkan suhu oli hingga 13°C, meningkatkan daya maksimum dari 11,2 Hp menjadi 12,3 Hp, serta menaikkan torsi dari 11,2 Nm menjadi 12,4 Nm. Nilai AFR juga menunjukkan pembakaran lebih efisien, mendekati rasio ideal 14,7:1. Kesimpulannya, oil cooler efektif menurunkan suhu mesin dan meningkatkan performa, sehingga direkomendasikan untuk penggunaan motor dengan beban berat atau durasi kerja panjang.</p>Yoga Arifka Ardhana Arif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306128229110.47549/jmmme.v6i1.15879Analisis Tegangan Von Mises Stress, Deformation, dan Safety Factor Perancangan Rangka Auto Transfer Tipe Lifter dengan Pendekatan Metode Elemen Hingga
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15877
<p>Penelitian analisis struktur rangka <em>auto transfer </em>tipe <em>lifter </em>memfokuskan pada komparasi material antara <em>structural steel </em>dan <em>aluminium alloy </em>untuk mengoptimalkan desain. Menggunakan pemodelan 3D dengan <em>software </em>SolidWorks 2020 dan simulasi elemen hingga melalui ANSYS 2020 R2, distribusi tegangan <em>von mises, deformasi, </em>dan <em>safety factor </em>dievaluasi dalam kondisi beban (6000 N) dan beban (5000 N). Rangka dengan dimensi 1930 mm × 443 mm × 1960.60 mm menggunakan profil hollow 30×30×2.6 mm diuji dengan representasi <em>polybox </em>berdimensi 334 × 249 × 125 mm. Hasil analisis menunjukkan hubungan linear antara beban dengan tegangan dan deformasi, sementara <em>safety factor </em>untuk <em>aluminium alloy </em>menunjukkan peningkatan signifikan. Penelitian ini berkontribusi pada optimasi desain rangka untuk aplikasi pemindahan <em>polybox </em>otomatis di industri manufaktur modern, sesuai dengan tren Industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi produksi dan keamanan kerja.</p>Bagja Brilliand TenggaraSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306129229710.47549/jmmme.v6i1.15877Analisis Variasi Kecepatan Putaran Mesin Pencacah Batang Sorgum sebagai Bahan Pembuatan Biopelet
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15776
<p>Tanaman sorgum memiliki potensi besar sebagai sumber pangan dan pakan alternatif melalui pemanfaatan batangnya. Namun, limbah batang sorgum belum dimanfaatkan secara optimal karena proses pencacahan masih dilakukan secara. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecepatan putaran mesin terhadap performa mesin pencacah batang sorgum sebagai pembuatan biopelet. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengamati variasi parameter kecepatan putaran mesin 1500 rpm, 1900 rpm, dan 2200 rpm terhadap performa mesin yaitu kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, dan daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan putaran mesin berpengaruh pada performa mesin. Semakin tinggi kecepatan putaran mesin, proses pencacahan berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas mesin dan konsumsi bahan bakar meningkat. Sebaliknya, daya tetap konstan pada 10000 Watt. Kecepatan putaran mesin 1900 Rpm dinilai sebagai kecepatan optimal karena pada titik ini mesin menunjukkan keseimbangan terbaik antara kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, dan kestabilan daya. Hasil ini dapat menjadi acuan dalam penggunaan mesin pencacah untuk mengelola limbah batang sorgum secara efisien untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.</p>Muhammad ChaerulArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306129830710.47549/jmmme.v6i1.15776Pengaruh Gas Pressure dan Cutting Speed pada Proses Fiber Laser Cutting terhadap Kekasaran Permukaan Material Baja AISI 1040 dengan Ketebalan 6 mm
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/15770
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan pemotongan (<em>cutting speed</em>) dan (<em>gas pressure</em>) pada proses <em>laser cutting</em> terhadap kualitas permukaan hasil pemotongan baja AISI 1040 dengan ketebalan 6mm. Metode yang di gunakan adalah eksperimental dengan tiga variasi <em>Cutting speed </em>(500 mm/menit, 1000 mm/menit, dan 1500 mm/menit) dan tiga tingkat gas pressure (1 Bar, 1,5 Bar dan 2 Bar). Parameter utama yang diamati adalah nilai kekasaran permukaan (Ra) yang diukur menggunakan <em>Surface Roughness Tester</em> SRT-6210. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi <em>Cutting speed </em>dan gas pressure sangat mempengaruhi nilai kekasaran permukaan. Nilai kekasaran permukaan terendah sebesar 2.5 µm diperoleh pada <em>Cutting speed </em>1000 mm/menit dengan <em>gas pressure</em> 1,5 Bar, sedangkan nilai tertinggi sebesar 30,81 um terjadi pada <em>Cutting speed </em>1500 mm/menit dengan <em>gas pressure</em> 2 Bar Secara umum, peningkatan <em>gas pressure </em>pada <em>Cutting speed </em>tertentu cenderung meningkatkan nilai kekasaran permukaan, namun terdapat fluktuasi akibat faktor proses dan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan <em>Cutting speed </em>1000 mm/menit dan <em>gas pressure</em> 1,5 Bar untuk menghasilkan permukaan potongan yang optimal pada baja AISI 1040 tebal 6 mm. Temuan ini dapat menjadi referensi teknis bagi industri dalam mengoptimalkan parameter pemotongan laser untuk meningkatkan kualitas.</p>Dimas Rafly Dwi Nuril MaulidaniSibut
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306130831410.47549/jmmme.v6i1.15770Analisis Pengaruh Variasi Suhu Catalytic Cracking terhadap Sifat Fisik Biodiesel Mikroemulsi
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/14611
<p>Pertumbuhan kebutuhan energi dan dominasi bahan bakar fosil di Indonesia mendorong pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, seperti biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas biodiesel berbasis minyak kelapa melalui metode mikroemulsi dan proses catalytic cracking menggunakan katalis NiO-MgO/bentonit. Proses catalytic cracking dilakukan pada variasi temperatur 100– 200°C guna mengevaluasi pengaruhnya terhadap viskositas, densitas, flash point, nilai kalor, dan cetane number biodiesel. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan temperatur reaksi memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan viskositas dan peningkatan flash point, tanpa perubahan signifikan pada densitas. Penurunan viskositas terbesar terjadi pada suhu 175°C, sementara flash point tertinggi dicapai pada 200°C. Pengujian nilai kalor dan cetane number juga menunjukkan tren peningkatan kualitas bahan bakar dengan naiknya temperatur. Dengan demikian, kombinasi metode mikroemulsi dan catalytic cracking terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas biodiesel berbasis minyak kelapa, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang sesuai dengan SNI.</p>Yusak Satria WicaksanaEko Yohanes Setyawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306131532810.47549/jmmme.v6i1.14611Perancangan Alat Hardener untuk Poros Menggunakan Alat Pemanas Induksi
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/11705
<p>Perancangan alat hardener untuk poros menggunakan pemanas induksi merupakan langkah penting dalam proses manufaktur untuk memperkuat atau meningkatkan kekerasan material poros. Pemanas induksi adalah metode pemanasan yang efisien dan cepat, di mana energi listrik diubah menjadi energi panas melalui induksi elektromagnetik. Ini memungkinkan pemanasan dengan cepat dan akurat.Penelitian ini menggunakan metode experimental. Dimana metode ini dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dalam mencari data sebab dan akibat dalam suatu proses melalui experimen. Sehingga didapat kekasaran dari permukaan pada baja ST 37 dengan perancangan hardener untuk poros menggunakan alat pemanas induksi yang dimana menggunakan parameter yang sudah digunakan sebelumnya.hasil percobaan didapatkan suhu akhir adalah 215⁰C dengan waktu yang dibutuhkan selama 4 menit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa menggunakan kumparan model lingkaran lebih efisien daripada menggunakan kumparan model U dan oval. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan grafik yang menunjukkan bahwa semakin lama waktu yang diperlukan untuk pemanasan permukaan maka semakin tinggi temperatur yang didapatkan.1. Perancangan alat hardener untuk poros menggunakan alat pemanas induksi yaitu dilakukan dengan cara mencoba memasukkan poros ke dalam kumparan dengan waktu 4 menit sampai poros tersebut bisa memuai dengan baik. 2. Pembuatan alat induksi panas yaitu, dengan merangkai komponen yang sudah ditentukan dari proses perancangan. Kemudian dirangkai menjadi alat pemanas induksi yang selanjutnya diuji coba bekerja dengan baik. 3. Berdasarkan hasil uji coba alat induksi panas yaitu, alat berhasil mencapai suhu 465˚C, Tegangan input tersebut sebesar 200-240 Volt dan Arus input tersebut sebesar 16 ampere.</p>M. Iqbal Awwalien Naafi' IqbalSibut
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306132933310.47549/jmmme.v6i1.11705Analisis Pengaruh Penambahan Blower pada Mesin Hammer Mill terhadap Hasil Pengolahan Sampah
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/11672
<p><em>Hammer Mill</em> digunakan untuk menghancurkan dan menggiling berbagai jenis sampah, termasuk sampah organik, plastik, kertas, dan sampah konstruksi, menjadi partikel yang lebih kecil. Pengurangan ukuran sampah ini tidak hanya memudahkan proses pengangkutan dan penyimpanan tetapi juga meningkatkan efisiensi proses daur ulang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin <em>Blower</em> terhadap mesin <em>Hammer Mill.</em> dan pengaruh kecepatan angin <em>Blower</em> pada beban tertentu di mesin <em>Hammer Mill</em>. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode Ekperimental . Hasil penelitian ini nilai kecepatan angin pada beban sampah 1 kg memiliki nilai kecepatan tertinggi 4,0 m/s pada waktu 20 detik dan nilai terendah pada waktu 60 detik memiliki nilai kecepatan 3,8 m/s, mampu menghasilkan kecepatan angin yang tinggi pada waktu singkat, kemampuannya untuk mempertahankan kecepatan angin menurun seiring bertambahnya durasi pengujian, Nilai kecepatan angin pada beban sampah 2 kg memiliki nilai kecepatan tertinggi 2,0 m/s pada waktu 60 detik dan nilai terendah pada waktu 20 detik memiliki nilai kecepatan 1,5 m/s, mampu menghasilkan kecepatan angin yang meningkat dengan waktu, yang berimplikasi pada potensi penyebaran polutan atau partikel di udara Nilai kecepatan angin pada beban sampah 3 kg memiliki nilai kecepatan tertinggi 1,6 m/s pada waktu 60 detik dan nilai terendah pada waktu 20 detik memiliki nilai kecepatan 1,3 m/s, mampu menghasilkan kecepatan angin yang meningkat dengan waktu, peningkatan yang lambat ini menunjukkan adanya batasan dalam kemampuannya untuk menghasilkan aliran udara yang signifikan</p>Muhammad Naufal RamadhaniDjoko Hari Praswanto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306133434010.47549/jmmme.v6i1.11672Pengaruh Variasi Briket dan Kompor Berbentuk Nozzle Variasi Lubang Inline
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/11618
<p>Permasalahan energi global semakin mendesak seiring meningkatnya populasi dan konsumsi bahan bakar fosil, yang menyebabkan penipisan cadangan serta kenaikan harga. Biomassa, sebagai sumber energi terbarukan, menawarkan solusi alternatif. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi briket, jumlah blower, dan desain ruang bakar terhadap performa pembakaran dan efisiensi konversi energi. Briket dengan komposisi 70% kayu dan 30% tempurung kelapa memiliki nilai kalor tertinggi (6219,78 cal/g), daya api tertinggi (6,604 kW), dan menghasilkan energi listrik TEG terbaik (0,222 W) saat menggunakan dua kipas. Penggunaan kipas secara signifikan meningkatkan suplai oksigen, yang mempercepat kenaikan suhu, dan meningkatkan daya api serta laju konduksi. Pada pengujian laju konduksi, penggunaan dua kipas menghasilkan nilai tertinggi untuk panci (295,35 W) dan fin (157,85 W), menunjukkan peningkatan transfer panas dan efisiensi pemanasan. Waktu pendidihan air juga diperpendek, dengan waktu tercepat 1320 detik untuk briket dengan kandungan kayu yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi briket 70% kayu dan 30% tempurung kelapa dengan dua kipas memberikan performa optimal dalam pembakaran, efisiensi pemanasan, dan konversi energi. Temuan ini menegaskan potensi biomassa sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan. </p>Andico Dwi PrakosoArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306134134710.47549/jmmme.v6i1.11618Sintesis Nanopartikel SiO₂ Menggunakan Metode Sol-Gel dengan Perlakuan Asam HCl dan Variasi Suhu Kalsinasi
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/11617
<p>Salah satu bahan yang menarik perhatian para peneliti adalah silika. Penelitian tentang silika telah meningkat secara signifikan karena kemudahan pembuatannya dan penggunaannya yang luas dalam berbagai aplikasi industri, seperti thin film, isolator, farmasi, pigmen, dan sensor kelembaban. Salah satu zat yang sering disintesis menjadi partikel berskala nano adalah SiO₂. Partikel berukuran 1-100 nanometer disebut juga sebagai nanopartikel. Diantara berbagai metode peluasan nanopartikel SiO₂ adalah salah satunya digunakan untuk bahan cat akrilik. Metode sol-gel memiliki peranan penting dalam pembuatan nanopartikel. Sampel Nanopartikel yang sudah di hasilkan dikarakterisasi menggunakan SEM, dan FTIR. Telah dilakukan sintesis nanopartikel silika dioksida (SiO₂) dari TEOS menggunakan metode Sol-Gel. Dari variasi suhu kalsinasi 550˚C, 650˚C, dan 750˚C didapatkan rata-rata butiran 60,3 nm, 77,7 nm, dan 91,9 nm. Pengaruh perbedaan suhu kalsinasi berdampak pada ukuran butir nanopartikel semakin besar suhu kalsinasi semakin besar nanopartikel SiO₂ yang dihasilkan.</p>Daniel Ignatius FirdausiGerald Adityo Pohan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306134835310.47549/jmmme.v6i1.11617Analisis Pengaruh Sudut Pisau pada Mesin Hammer Mill terhadap Hasil Pengolahan Sampah
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/11600
<p>Masalah sampah menjadi semakin mendesak seiring dengan pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah mendaur ulang sampah, baik organik maupun anorganik, dengan menggunakan mesin pemilah seperti Hammer Mill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut mata pisau pada mesin Hammer Mill terhadap hasil pengolahan sampah. Dalam penelitian sebelumnya, digunakan mata pisau tipe flate dengan sudut ketajaman 30° dan 60°. Penelitian ini pendekatan tersebut dengan menggunakan mata pisau tipe flate dengan variasi sudut 20° dan 45°, serta tiga mata pisau. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada sudut 20° dengan input sampah 1 kg, output yang dihasilkan adalah 0,35 kg, namun terdapat masalah penyumbatan pada saringan untuk sampah organik. Pengujian kedua dengan sudut 45° menghasilkan output 0,45 kg dengan masalah penyumbatan yang sama, namun dengan hasil yang lebih baik dibandingkan sudut 20°. Sampah anorganik berhasil tercacah menjadi berukuran sekitar ½ cm², meskipun beberapa material masih memiliki panjang yang lebih besar. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa sudut pisau yang lebih tumpul memberikan hasil yang lebih baik dalam proses pencacahan sampah dengan mesin Hammer Mill, terutama untuk sampah anorganik. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai optimasi sudut pisau untuk meningkatkan efisiensi pengolahan sampah.</p>Alfian Bagus SulustionoDjoko Hari Praswanto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306135435710.47549/jmmme.v6i1.11600Pengaruh Variasi Komposisi dan Temperatur Karburisasi pada Briket Kulit Kacang dan Cangkang Kemiri terhadap Kualitas Briket Biomassa
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/9486
<p>Sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui yang cukup potensial adalah limbah hasil perkebunan yang sampai saat ini belum termamfaatkan secara optimal. Energi alternatif dapat dihasilkan dari teknologi tepat guna yang sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan seperti briket dengan memanfaatkan limbah biomassa, berbagai pertimbangan untuk memamfaatkan limbah ampas kopi dan tempurung kelapa menjadi penting mengingat limbah ini belum di maamfaatkan secara maksimal.Metode Penelitian yang dilakukan adalah eksprimental. Eksperimen dilakukan melalui proses pembuatan briket dari bahan batok kelapa dan ampas kopi dengan menggunakan perekat tepung kanji dan campuran minyak sawit.Penurunan dan kenaikan nilai kalor pada setiap sampel dikarenakan jumlah dari campuran ampas kopi yang bervariasi. Faktor yang mempengaruhi nilai laju pembakaran di pengaruhi oleh struktur bahan, kandungan karbon terikat, tingkat kekerasan bahan dan kadar air yang terkandung pada bahan. Cepatnya penyalaan dikarenakan rendahnya kandungan air pada briket. Sedangkan, lamanya penyalaan dikarenakan campuran pada briket dan perekat yang tidak merata dan kandungan airnya yang masih cukup besar. Namun, hal ini bisa diatasi dengan pengeringan semaksimal mungkin.nilai kalor tertinggi didapat pada spesimen 1 dengan variasi campuran 80:0:24:24 dengan nilai sebesar 5217,612 cal/gr. waktu tercepat nyala api awal terdapat pada spesimen 5 dengan variasi campuran 0:80:24:24 dengan hanya membutuhkan waktu 28,81 detik. Laju pembakaran paling rendah didapat dari spesimen 5 dengan variasi campuran 0:80:24:24 dengan hasil sebesar 0,128 gr/menit.</p>Aldi WiranataDjoko Hari Praswanto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306135836410.47549/jmmme.v6i1.9486Karateristik Perpindahan Panas pada Penetas Telur dengan Menggunakan Inkubator Kapasitas 30 Butir Telur
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7648
<p>Lingkungan sekitar sangat era hubungannya dengan keberlansungan makhluk hidup di muka bumi ini. Salah satu hal yang dapat mewakili lingkungan tersebut adala suhu. Kebutuhan akan pengontrolan terhada suhu ini telah mendorong manusia untuk menciptakan alat yang bisa mengukur tingkat ketinggian suhu dimuka bumi ini. Pengendalian terhadap suhu ini juga dimanfaatkan dalam dunia usaha yaitu pada incubator telur ayam. Mesin tetas merupakan salah satu media yang berupa box dengan konstruksi yang sedemikian rupa sehingga panas di dalamnya tidak terbuang dengan sia-sia. Suhu di dalam box dapat diatur sesuai ukuran derajat panas yang dibutuhkan selama periode penetasan. Prinsip kerja penetasan telur dengan mesin tetas ini sama dengan induk ungas. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, penetasan telur ayam yang semula di tetaskan pada indukan ayam dirasa kurang efisien di karenakan induk ayam dalam 21 hari hanya mengerami telurnya saja, sedangkan apabila dilakukan penetasan dengan mesin penetas indukan ayam dapat segera dapat memproduksi telur kembali. Akan tetapi penetas telur ayam membutuhkan suhu yang pas untuk menetaskan telur ayam sehingga dapat menghasilkan bibit ayam unggulan. Maka untuk mengetahui suhu penetasan yang paling baik dilakukkaan penelitian perpindahan panas radiasi pada inkubator penetas telur agar diperoleh suhu penetasan yang paling baik. Untuk suhu 37-390C didapatkan telur yang menetas sebanyak 20 butir, sedangkan yang tidak menetas sebanyak 10 butir.</p>Gordianus Irwan RagutI Wayan Sujana
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306136537410.47549/jmmme.v6i1.7648Karakteristik Biopelet Cocopeat dengan Perekat Getah Karet
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7647
<p><span class="fontstyle0">Penggunaan energi di dunia termasuk masyarakat Indonesia pada saat ini masih sangat bergantung<br>pada bahan bakar minyak (BBM). Bahan bakar yang sering digunakan masyarakat Indonesia adalah<br>minyak, gas dan batu bara yang merupakan energi fosil yang terbatas dan tidak dapat diperbarui. Dari<br>masalah ini penulis akan menciptakan bahan bakar alternatif berupa biopelet yang dapat di gunakan untuk<br>mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara<br>pembuatan dan karakteristik dari bahan bakar alternatif berupa biopelet cocopeat dengan perekat getah<br>karet. Setelah melakukan studi literatur di lanjutkan dengan mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan.<br>Bahan baku pembuatan biopelet pada penelitian ini adalah cocopeat, dan bahan baku pembuatan biopelet<br>pada penelitian ini adalah cocopeat. Cocopeat berasal dari limbah serabut kelapa yang di haluskan menjadi<br>serbuk. Sedangkan perekat yang digunakan adalah getah karet. Penelitian ini meneliti tentang cara<br>pembuatan biopelet cocopeat dengan perekat getah karet dan pengujian yang di lakukan antara lain yaitu<br>nilai kadar air, nilai kalor dan laju pembakaran. Setelah melakukan penelitian kadar air pada biopelet<br>dengan campuran cocopeat dan getah karet 50 % : 50 % yaitu sebesar 13,33 %, pada biopelet dengan variasi<br>cocopeat dan getah karet 40 % : 60 % mengalami penurunan sebesar 0,66 % atau rata rata kadar air pada<br>variasi 40 % : 60 % sebesar 12,67 %. Pada Biopelet dengan variasi cocopeat dan getah karet 60 % : 40 %<br>mengalami kenaikan sebesar 0,43 % atau rata – rata kadar air pada variasi 60 % : 40 % sebesar 13,10 %.<br>Rata – rata nilai kalor pada sampel biopelet dengan campuran cocopeat dan getah karet 50 % : 50 % sebesar<br>4917 cal/gram, pada sampel biopelet dengan variasi campuran cocopeat dan getah karet 40 % : 60 %<br>mengalami kenaikan 35.67 cal / gram atau rata – rata nilai kalor pada variasi campuran 40 % : 60 % sebesar<br>4952,67 cal/gram, rata – rata nilai kalor pada sampel biopelet dengan variasi campuran cocopeat dan getah<br>karet 60 % : 40 % sebesar 4974,67 cal/gram atau mengalami kenaikan sebesar 22 cal/gram dari sampel<br>dengan variasi 40 % : 60 %. Rata – rata laju pembakaran pada sampel biopelet dengan campuran cocopeat<br>dan getah karet 50 % : 50 % sebesar 0095, pada sampel biopelet dengan variasi campuran cocopeat dan<br>getah karet 40 % : 60 % mengalami kenaikan 0,011 gram/menit atau rata – rata laju pada variasi campuran<br>40 % : 60 % sebesar 0,106 gram/menit, rata – rata laju pembakaran pada sampel biopelet dengan variasi<br>campuran cocopeat dan getah karet 60 % : 40 % sebesar 0,115 gram/menit atau mengalami kenaikan sebesar<br>0,009 gram/ menit dari sampel dengan variasi 40 % : 60, hal ini disebakan nilai kadar air yang rendah dan<br>tingginya nilai kalor.<br></span><span class="fontstyle2">Kata Kunci: </span><span class="fontstyle0">Biopelet, Nilai Kadar Air, Nilai Kalor, Laju Pembakaran</span></p>Aditya HadiansyahArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306137538010.47549/jmmme.v6i1.7647Analisis Pengaruh Presentase Briket Bonggol Jagung dan Sekam Padi menggunakan Perekat Calcium Food Grade terhadap Karakteristik Briket
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7642
<p>Bonggol Jagung dan Sekam Padi adalah salah satu sumber biomassa dari produk buangan maupun dari hasil produk yang salah satunya adalah jenis produk briket untuk sumber energi yang dapat di perbarui. Pada Briket ini menggunakan bahan baku limbah organik dari Bonggol Jagung dan Sekam Padi. Penelitian ini untuk mengetahui nilai kalor, kadar air, laju pembakaran dan laju nyala api. terhadap campuran Bonggol Jagung Sekam Padi dan juga Perekatnya. Penelitian ini sendiri menggunakan variasi campuran bahan baku dan perekat dengan 40:60:8 , 50:50:8 , 60:40:8 gram dan dengan tambahan campuran 8grNa0H. Dan campuran bahan baku tanpa perekat dengan 40:60, 50:50, 60:40 gram dan dengan tambahan campuran 8grNa0H. Pada hasil penelitian didapat Hasil nilai kalor yang paling besar pada campuran tanpa perekat dengan presentase 40:60 dengan hasil 5647kal/gram, hasil penelitian kadar air yang paling tinggi pada campuran dengan presentase 60:40:8 dengan hasil 67,98 %, dan hasil laju pembakaran berdasarkan waktu yang paling tinggi dengan presentase 40:60:8 dengan hasil 0,055gr/menit. Untuk hasil hasil laju pembakaran berdasarkan waktu dan temperatur dengan presentase 60:40:8 memiliki suhu sebesar 475 laju nyala api temperatur yang paling tinggi yaitu pada waktu 05.52 dengan temperatur 457℃.</p>Andiko Krisna Prasetya
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306138139110.47549/jmmme.v6i1.7642Analisis Pengaruh Persentase Briket Sekam Padi dan Kulit Singkong Menggunakan Perekat Kalsium Food Grade terhadap Karakteristik Briket
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7640
<p>Penggunaan energi fosil terutama pada batu bara makin tahun makin meningkat penggunaannya, di samping itu bahan bakar fosil seperti batu bara adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi sehingga eksploitasi besar – besaran dilakukan seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Dari permasalahan tersebut penelitian ini dapat dilaksanakan dengan membuat energi alternatif biomassa. Biomassa dalam penelitian kali ini adalah biobriket, yang dibuat dengan komposisi sekam dan kulit singkong yang banyak menjadi limbah ditengah masyarakat dan minim pengolahan pada limbah ini. Penelitian kali ini dilakukan pada 6 jenis sampel dengan komposisi 60 : 40, 50 : 50, dan 40 : 60 dengan perekat <em>calcium food grade</em> dan tanpa perekat <em>calcium food grade</em>. Dilakukan pengujian nilai kalor, kadar air, laju pembakaran dan laju nyala api pada ke 6 sampel tersebut. 3 sampel tanpa perekat <em>calcium food grade</em> mendapat banyak keunggulan dari pada 3 sampel yang menggunakan perekat <em>calcium food grade</em>. Sampel E adalah sampel dengan hasil terbaik dengan komposisi 50 : 50, kulit singkong 20gr dan sekam 20gr tanpa menggunakan perekat, dari sampel E didapatkan nilai kalor 3793 kal/gr, kadar air 31,16%, laju pembakaran 0,038 gr/menit dan laju nyala 03.55 menit.</p>Pradana YopiDjoko Hari Praswanto
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306139240210.47549/jmmme.v6i1.7640Karakterisasi Carburizing Baja AISI 1020 Menggunakan Laju Alir Gas LPG pada Temperatur 700 °C terhadap Variasi Media Carburizing
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7638
<p>Baja merupakan logam yang banyak digunakan dalam berbagai macam bidang, terutama di dalam bidang perindustrian. Pengaplikasian baja sangatlah beraneka ragam tergantung kebutuhan serta sifat-sifat dari baja itu sendiri. Salah satu sifat baja yang penting ialah sifat mekanik.. Dari hasil proses carburuizning dilakukan pengujian keausan agar tujuan mengetahui ketahanan aus dan pengujian kekerasan tujuan untuk mengetahui kekerasan spesimen pengujian SEM-EDX yang tujuan dari pengujian ini untuk mengetahui Struktur dari mikro dan unsur kandugan pada spesimen Dari hasil penelitian dengan menggunakan baja AISI 1020 dilakukan proses carburizing dengan menggunakan variasi media arang kelapa+limbah serbuk fotocopy yang memiliki nilai kekerasan rata-rata sebanyak 245,16 HV, kemudian media variasi alumina sebesar 317,64 HV dan media variasi arang kelapa+toner fotocoy baru 523,21 HV, maka media yang digunakan pada proses carburuzing mempengaruhui nilai kekerasan pada baja AISI 1020. Pada proses perlakuan panas pada carburizing dengan menggunakan media arang kelapa+limbah serbuk fotocopy yang memiliki nilai laju aus sebanyak 0,0046 mm3/menit ,media alumina memiliki nilai laju keausan sebanyak 0,0026 mm3/menit kemudian arang kelapa+toner fotocopy baru memiliki nilai laju keausan sebanyak 0,0009 mm3/menit media arang kelapa+limbah serbuk fotocopy peningkatan karbon sebanyak 13.685%, kemudian variasi media alumina didapatkan kadar karbon sebesar 18.727% dan variasi media arang kelapa+toner fotocopy baru sebesar 21.011%.</p>Anjasfian Pasongli
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306140341510.47549/jmmme.v6i1.7638Analisis Kekuatan Mekanis pada Baja ST 42 dengan Variasi Ketebalan Lapisan Carbon Fiber
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7634
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Baja ST 42 dengan variasi lapisan Karbon Fiber terhadap sifat mekanis yang meliputi pengujian Tarik, pengujian Impact, pengujian Mikro, pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM). Standarisasi sampel pengujian, sampel pengujian ketahanan Impact menggunakan standar ASTME-23 dan sampel pengujian Tarik mengunakan standar (ASTM)E 8M-04. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan Tarik, kekuatan Impact, kekuatan Struktur Mikro, kekuatan Scanning Electron Microscopym, setelah Baja ST 42 diberi lapisan karbon fiber . Pengujian Tarik digunakan untuk mengukur kekuatan bahan dengan cara memberikan beban gaya yang berlawan arah, pengujian Impact digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahanatau material dengan memberikan gaya yang sesumbu, pengujian Struktur Mikro mempelajari tentang struktur mikroskopis logam dan paduan menggunakan mikroskop optoptic pengujian Scanning Electron Microscopy pengujian ini menggunakan teknik dan metode yang tepat agar dihasilkan gambar yang optimal mengingat proses pembentukan images pada alat ini merupakan fisika. Untuk pengujian Tarik dilakukan di Lab. Politeknik Negri Malang, untuk pengujian Impact dilakukan di Lab. Politeknik Negri Malang, Untuk pengujian Struktur Mikro dilakukan di Laboratorium Uji Logam Universitas Merdeka Malang, untuk pengujian Scanning Electron Microscpy (SEM) dilakukan di Laboratorium Uji Logam Universitan Merdeka Malang.</p>Mohammad KomarudinSoeparno Djiwo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306141642510.47549/jmmme.v6i1.7634Analisis Model Spokes pada Ban Tanpa Udara (Airless Tire) terhadap Kekuatan Struktur Ban untuk Mobil MPV dengan Metode Elemen Hingga
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7621
<p>Permasalahan yang muncul dari penggunaan ban <em>pneumatic</em> rentan terhadap kebocoran, ban meletus, harus mengatur tekanan agar mendapatkan kondisi berkendara yang nyaman. Didalam penelitian ini spokes (jari-jari) merupakan kombinasi antara kekakuan dan ketahanan di bawah beban kompresi-tegangan siklik pada spokes ban tanpa udara. Metode yang digunakan adalah Metode Elemen Hingga. Dengan melalui proses perancangan dengan software Autodesk inventor lalu dianalisis dengan ansys workbench untuk menetahui nilai deformasi, equivalent stress, dan nilai safety factor yang ada pada airless tire (ban tanpa udara) tipe <em>tweel </em>dan <em>honeycomb </em>untuk mobil jenis MPV berdimensi 185/65 Ring 15 Inchi. Hasil simulasi static structure dengan pembebanan yang mengacu pada mobil Toyota Avanza dengan massa 1.085 kg. Didapatkan nilai rata-rata <em>stress</em> pada airless tire tipe <em>tweel</em> 1.151 Mpa lebih besar dibandingkan dengan airless tire tipe <em>honeycomb</em> dengan nilai distribusi tegangan 0.84635 Mpa. Untuk nilai rata-rata deformasi ban tanpa udara tipe spokes <em>tweel</em> yaitu 878.35 mm dan untuk ban tanpa udara tipe spokes <em>honeycomb</em> nilai rata-rata deformasi 150,83 mm. Nilai deformasi semakin besar maka tingkat kerusakannya semakin tinggi. Pada airless tire tipe <em>honeycomb</em> memiliki nilai rata-rata faktor keamanan minimal sebesar 10.533 dibandingkan dengan ban tanpa udara tipe spokes <em>tweel</em> dengan nilai rata-rata faktor keamanan sebesar 8.8338. Dapat disimpulkan bahwa spokes tipe <em>honeycomb </em>direkomendasikan untuk mobil MPV dengan dimensi ban 185/65 Ring 15 Inchi.</p>Mochamad Andik EfendiSibutRosadila Febritasari
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306142643510.47549/jmmme.v6i1.7621Rancang Bangun Pencekam (Jig) pada Universal Testing Machine untuk Pengujian Geser Spesimen Komposit Serat Alam
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7620
<p>Pengujian geser (<em>shear testing</em>) merupakan salah satu pengujian dalam menentukan seberapa jauh terpenuhinya standar spesifikasi dari karakteristik bahan yang digunakan untuk proses pengujian terhadap material, Penelitian ini bertujuan untuk membuat pencekam Pada pengujian geser yang di sesuaikan dan dioperasikan dengan mesin universal tasting machine. Penelitian ini dilakukan secara ekperimen. pencekam pada pengujian geser mengunakan material baja ST 42 dimulai dengan pembuatan disain pencekam dari fixed grip, moving grip, adjustable jaw, penopang poros atas, base plat, dan selanjutnya perakitan atau pemasangan komponen – komponen pencekam. dimensi pencekam memiliki ukuran tinggi 160 mm lebar 70 mm dan panjang 157 mm. Setelah dilakukan uji coba spesimen komposit berpenguat serat fiber glas dan resin polyester dengan variasi laminasi pencekam tidak mengalami kendala dan dapat digunakan untuk pengujian geser spesimen komposit serat alam.</p>Amanda Bagus Prasetya
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306143644510.47549/jmmme.v6i1.7620Analisis Kekuatan Komposit HGM-Epoxy Serat Karbon dan Serat Kapas Menggunakan Variasi Laminasi dengan Metode Hand Lay-Up
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7618
<p><em>Composites are a combination of two or more materials intended to produce materials that have better characteristics. Composites are mostly used because they can outperform other materials. The purpose of making composites is to get new materials whose mechanical properties can be improved better than before. Composites are generally composed of two parts, namely matrix and reinforcement. The matrix is a constituent element that functions as a connector for the reinforcement, and as an element that distributes the stress given to the composite material. This research aims to determine the mechanical properties, the value of tensile strength, stress-strain, Young's modulus, impact energy, and impact price of HGM-epoxy composites reinforcing carbon fiber and denim jeans. The process of analyzing and processing the research results using quantitative methods is carried out by compiling the data obtained in the form of tables and graphs. The test results show a significant increase in the tensile strength and impact strength of HGM-epoxy composites with carbon fiber and jeans denim in each variation.</em><em> SEM test results show the presence of voids, cracks between fibers and matrix, and the density of the structure between matrices that affect the mechanical properties of the composite. The more the number of laminations, the smaller the Young's Modulus price because the strain acting on the specimen is greater. The strength of the material is influenced by how tightly the fibers are bonded to the matrix. The better the bond between the fibers and the matrix, the higher the strength of the material. The lack of density between the fibers and the matrix can cause the formation of voids between the fibers and the matrix it can reduce the quality of the bond between the fibers and the matrix.</em></p>Laurenso Gabriel AmnunuhI Komang Astana Widi
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306144645710.47549/jmmme.v6i1.7618Simulasi Desain Kontainer Tipe Single Cabin pada Mobil Hilux Pengangkut Sawit Menggunakan Perangkat Lunak ANSYS
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7615
<p>Kelapa sawit merupakan salah satu sumber minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia dimana Indonesia berada di urutan pertama di bidang produsen dan eksportir minyak sawit, hal ini didukung dengan perkebunan kelapa sawit yang tersebar luas di Indonesia. Namun, perkebunan kelapa sawit yang sangat luas dan tersebar di berbagai lokasi yang berjauhan berdampak pada permasalahan pemuatan hasil panen kelapa sawit yang meningkatkan resiko kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) akan semakin meningkat apabila delapan jam setelah TBS dipanen tidak diolah, salah satu faktor yang meningkatkan resiko tersebut adalah pemuatan dengan cara manual yang membutuhkan banyak waktu.. Dengan demikian, penting untuk mengembangkan alat bantu pemuatan TBS kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang kontainer pemuatan kelapa sawit pada mobil hilux tipe single cabin yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode elemen hingga yang digunakan untuk mengidentifikasi atribut desain, variabel-variabel karakteristik, dan parameter desain. Berdasarkan hasil penelitian terdapat nilai rata–rata stress ansys desain kontainer yang dikembangkan yaitu: nilai distribusi tegangan sebesar 199,45 mm, nilai deformasi total 0,37585 mm, dan nilai safety faktor 2,8528 mm. Desain kontainer yang dikembangkan adalah volume kontainer dimensi 2500 mm x 1800 mm x 480 mm, kapasitas 4000 kg dengan material plat bordes sebagai permukaan lantai dan Baja AISI 1045 sebagai rangka kontainer.</p>Cahyo MuktiSibutRosadila Febritasari
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306145846610.47549/jmmme.v6i1.7615Analisis Uji Tarik dan Uji Impact Serat Daun Nanas dan Resin Epoxy pada Material Komposit
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7613
Mario Aloysius Gerenga UranArif Kurniawan
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306146747210.47549/jmmme.v6i1.7613Analisis Kekuatan Mekanik Material Komposit Titanium Dioxide dan Serat Daun Nanas Bermatriks Resin Polyester 108
https://ejournal.itn.ac.id/jmmme/article/view/7557
<p>Banyak penggunaan serat sintetis sebagai penguat komposit, pemanfaatan dengan menggunakan material komposit khususnya serat alam (<em>natural fiber</em>) untuk bahan baku alami di bidang industri otomotif, komposit serat (<em>fibrous composite</em>) diteliti dan dikembangkan untuk bahan alternatif pengganti logam, sebab material komposit serat lebih ringan, memiliki kekuatan baik dan ramah lingkungan, penggunaan material komposit serat alam (<em>natural fiber</em>) yang mudah dibentuk, memiliki kekuatan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan titanium <em>dioxide</em> terhadap sifat mekanik serat daun nanas dan resin <em>polyester</em> dengan pengujian <em>impact</em>, bending dan uji sem ( <em>scanning electron microscope</em>).Untuk berat serat yang digunakan adalah 4,82 gram dan 10,27 gram dengan perlakuan kimia pada serat menggunakan larutan naoh 5% selama 2 jam.penambahan titanium dioxide 0%, 5% dan 10%, menggunakan resin<em> polyester</em> dengan variasi 70%, 65% dan 60%, dibuat dengan metode hand lay-up, Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian impact, bending dan sem ( <em>scanning electron microscope</em>).Didapatkan hasil data uji <em>impact</em> tertinggi rata-rata harga <em>impact</em> sebesar 0,0372 J/mm² pada persentase titanium <em>dioxide</em> 0%, Hasil uji bending didapatkan nilai rata-rata modulus elastisitas sebesar 4,20 Gpa pada presentase titanium <em>dioxide</em> 0%.penambahan titanium <em>dioxide</em> mempengaruhi hasil pengujian pada uji <em>impac</em>t terlalu banyak membuat resin <em>polyester</em> untuk tidak saling mengikat antara serat daun nanas karena banyaknya campuran titanium <em>dioxide</em>. penambahan titanium <em>dioxide</em> pada pengujian bending dapat menurunkan modulus elastisitas.</p>Tuis Firnando HaryansyahI Wayan SujanaBagus Setyo Widodo
Copyright (c) 2026 Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi
2026-03-302026-03-306147347810.47549/jmmme.v6i1.7557