ANALISA KELAYAKAN PENAMBAHAN PLTS UNTUK PEMAKAIAN SENDIRI DI SISTEM KELISTRIKAN 0,4KV
Abstract
Pemerintah Indonesia melalui Perpres No. 112 Tahun 2022 mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) guna mencapai target net zero emission pada 2060. Salah satu strategi yang diusulkan adalah mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem eksisting Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dari injeksi daya PLTS ke sistem auxiliary 0,4 kV di PLTU SKS Kalimantan Tengah. Metodologi penelitian melibatkan simulasi teknis menggunakan perangkat lunak ETAP 19 dan analisis ekonomi dengan empat metode utama: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Hasil simulasi menunjukkan daya tambahan sebesar 0,38 MW dari PLTS. Analisis finansial menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 884.960.179, IRR sebesar 12,3%, BCR sebesar 5,09, dan PP selama 3,03 tahun. Semua parameter menunjukkan bahwa proyek ini layak secara ekonomi. Dengan demikian, injeksi daya PLTS pada sistem auxiliary PLTU tidak hanya berkontribusi pada transisi energi bersih, tetapi juga memberikan keuntungan finansial yang signifikan dan efisiensi operasional jangka panjang.