TIPOLOGI RUMAH ADAT DI NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN KONSTRUKSI TAHAN GEMPA
Main Article Content
Abstract
Provinisi Nusa Tenggara timur (NTT) rawan terjadi gempa karena berada pada pertemuan empat lempeng tektonik aktif dan berada di ring of fire. Oleh sebab itu dibutuhkan kearifan lokal berwujud konstruksi tahan gempa yang didefinisikan memiliki kelenturan struktur untuk bergerak ke berbagai arah saat terjadi guncangan, sehingga membantu meredam dampak gempa. Terdapat tiga tipe unit amatan rumah adat yang memiliki konstruksi tahan gempa di NTT, yaitu rumah adat ‘Sao’ di Flores, rumah adat Uma Mbatangu di Sumba Barat Daya, rumah adat Wae Rebo di Manggarai. Metode yang dipakai bersifat kualitatif dan berjenis deksriptif, karena berusaha mengeksplorasi dan mengkomparasi secara mendalam konstruksi rumah adat tahan gempa di NTT. Pada tahap analisis menggunakan studi literatur review pada 3 rumah adat di Nusa Tenggara Timur yang rawan bencana gempa, kemudian dikomparasi berdasarkan jenis strukturnya (struktur atas, struktur utama, struktur bawah). Hasil komparasi menyebutkan bahwa bangunan adat memiliki persamaan berupa penggunaan: sambungan rangka atap yang fleksibel, material ringan pada penutup atap, rangka kayu fleksibel dan dinding tidak bersifat struktural, sambungan sendi dan ikat bahan alam, struktur panggung, fondasi batu umpak.