ARCHITECTURAL AND FUNCTIONAL INTEGRITY OF AL WAHHAB MOSQUE IN BONTANG IN RELATION TO CULTURAL HERITAGE

Main Article Content

Dinda Fauziah Djaelani

Abstract

Masjid Al-Wahhab Lama di Kota Bontang, yang didirikan pada tahun 1789, merupakan situs warisan budaya yang mencerminkan akulturasi budaya Jawa, Bugis, Kutai, dan Banjar melalui arsitektur atap tiga tingkat dan penggunaan kayu ulin. Kajian ini penting untuk memahami tantangan pelestarian akibat perubahan material selama renovasi tahun 2002, yang mengganti kayu ulin dengan beton dan baja ringan, sehingga mengancam integritas arsitektur. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengurus masjid, dan analisis dokumen sejarah untuk mengevaluasi perubahan bentuk dan strategi konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan biaya dan kepraktisan menyebabkan pelanggaran prinsip intervensi minimal dan reversibilitas, meskipun restorasi mendukung fungsi keagamaan. Strategi konservasi di masa mendatang harus memprioritaskan retensi material asli, desain reversibel, dan kompatibilitas dengan bangunan baru. Kajian ini menggarisbawahi pentingnya menyeimbangkan pelestarian warisan dan adaptasi fungsional untuk memastikan Masjid Al-Wahhab tetap relevan sebagai warisan hidup bagi masyarakat Bontang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

DB Error: Unknown column 'Array' in 'WHERE'